POJOKSATU.id, Samarinda - Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto angkat bicara terkait dibatalkannya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA.
“Kami sangat menyesalkan dan bersedih bahwa akhirnya FIFA membatalkan status tuan rumah Piala Dunia U-20. Ini tentu menjadi pelajaran berharga. Sikap yang kami sampaikan sejak awal, tidak pernah menolak Piala Dunia U-20 digelar di Indonesia,” kata Hasto.
Ia mengatakan, apa yang disampaikannya tersebut merupakan hal yang fundamental guna menyuarakan kemanusiaan dalam hubungan antarbangsa. Karena dengan kehadiran Timnas Israel akan berpotensi menimbulkan kerentanan sosial dan politik.
“Sikap kami ini sama dengan FIFA ketika mencoret Rusia dari babak playoff Piala Dunia, jadi ada presedennya,” ujarnya.
Baca Juga: HUT ke 23 BMI, Serentak Nasional Berbagi Bersama Anak Yatim, Kaum Dhuafa, dan Pemuda Inspiratif
Hasto juga menyebut, bahwa sikap menolak kehadiran Israel ini memiliki landasan kuat secara konstitusi juga historis, yang mana adalah menyuarakan kemanusiaan, dan bukan kehendak politis.
Menurutnya, kesadaran sejarah harus terus diperkuat. Salah satunya dengan mengingat jika Stadion Gelora Bung Karno (GBK) lahir sebagai penolakan terhadap Israel.
Karena itu, ia bersama pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pemerintah tentang sikap PDI Perjuangan terkait potensi kerentanan politik dan sosial jika Israel tetap bertanding di Indonesia sejak bulan Agustus 2022.
“Kami bertemu dengan Menteri Luar Negeri dan beberapa bulan kemudian dengan Menteri Sekretaris Negara. Sikap kami muncul setelah Israel dipastikan lolos kualifikasi. Dengan harapan agar bisa dicari solusi yang terbaik, salah satunya dengan memindahkan pertandingan Israel di negara tetangga terdekat. Sehingga U-20 tetap bisa diselenggarakan di Indonesia minus Israel,” paparnya.
Selanjutnya, PDI Perjuangan pun menyampaikan terima kasih atas upaya pemerintah dan pengurus PSSI yang selama ini sudah mencoba dengan keras untuk mencari solusi dengan melobi FIFA.
Baca Juga: Tak Hanya Sosialisasi, Ananda Moeis Juga Tawarkan Bantuan Hukum Gratis untuk Masyarakat Kurang Mampu
“Tekad kita yang paling penting, adalah membangun kesebelasan sepakbola yang handal lambang supremasi olahraga diluar bulu tangkis. Ini harus menjadi tujuan utama dalam politik olahraga,” tandasnya. (*/pojoksatu)



