POJOKSULSEL.com, MAROS - Pemerintah kabupaten Maros mengikut sertakan produk kerajinan Usaha Mikro Kecil dan Menengah serta Industri Kecil Menengah (UMKM/IKM) pada Stand pameran yang bertajuk The 23rd Jakarta International Handicraft Trade Fair "The Authentic South Sulawesi" (INACRAFT) 2023 di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Pameran INACRAFT diikuti oleh 1.118 Usaha Kecil dan Menengah (UKM), mengisi 1.200 booth yang terdiri dari 904 anggota ASEPHI, 214 non anggota, dan 61 peserta binaan kementerian, 35 BUMN, 255 peserta binaan Dinas atau Dekranasda.

Plt Bupati Bogor Lantik Bapena PPNI

Dalam pagelaran internasional ini, Dekranasda Kabupaten Maros menampilkan berbagai produk kerajinan unggulan. Antara lain kerajinan ecoprint kain, tas, sepatu, baju payet, tumbler ecoprint, tumbler bambu serta hiasan dinding khas kupu kupu.

Pelaksanaan pameran INACRAFT Ke-23 dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno yang hadir mewakili Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo serta seluruh kepala daerah dan ketua Dekranasda kota/kabupaten. Tampak juga hadir Bupati Maros, Chaidir Syam bersama Ketua Dekranasda kabupaten Maros Apt. Hj Ulfiah Nur Yusuf Chaidir, sementara Kadis pendamping Pemkab Maros yang turut hadir Kadis Koperasi Ukm indsutri dan Perdagangan (Kopurindag) Towadeng serta Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Muh Ferdiansyah.

Capai 99,44 Persen Peserta BPJS Kesehatan Bupati Maros Raih Penghargaan

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Maros Sulawesi Selatan, Apt. Hj Ulfiah Nur Yusuf Chaidir, menaruh harapan besar pada pelaksanaan Inacraft 2023, Apoteker ternama di Kabupaten Maros ini optimistis hasil kerajinan kabupaten Maros bisa menembus pasar global.

“Inacraft ini ajang internasional. Karena itu harus dimanfaatkan untuk memasarkan produk-produk kita,” kata ketua Dekranasda Maros di sela-sela pelaksanaan Inacraft 2023 di Jakarta, Kamis (2/3/2023).

Taufan Pawe Inspirasi Kepala Daerah Pelestarian Bahasa Daerah

Dalam pameran produk kerajinan UMKM/IKM tahun ini Sulawesi selatan terpilih menjadi ikon pameran terbesar di Asia Tenggara yang melibatkan 24 Kabupaten Kota dengan membawa lima produk unggulannya masing-masing.

Pameran yang diprakarsai oleh Asosiasi Eksportir dan Pengusaha Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan PT Mediatama Binakreasi tersebut akan berlangsung selama lima hari, 1-5 Maret 2023 dengan tujuan sebagai wadah promosi produk-produk kerajinan lokal untuk meraih peluang pasar domestik dan membuka peluang pasar internasional sebagai komoditi ekspor ke mancanegara. (pojoksulsel)