POJOKSATU.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melelang barang-barang mewah hasil tindak pidana korupsi.
Kali ini, KPK melelang empat tas mewah dan satu dompet yang merupakan barang sitaan dari mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Rafael Alun Trisambodo.
Lelang tersebut dilaksanakan pada Kamis (27/2/2025) hingga 6 Maret 2025 mendatang sebagai bagian dari upaya KPK untuk memulihkan keuangan negara.
Rafael Alun, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Umum DJP Kantor Wilayah Jakarta Selatan, telah terbukti menerima gratifikasi dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Akibat perbuatannya, berbagai aset miliknya disita oleh KPK, termasuk barang-barang mewah yang kini dilelang.
Baca Juga: Tepis Isu Danantara Kebal Hukum, Rosan Roeslani Persilakan KPK dan BPK Audit Jika Bermasalah
Harga Barang Sitaan Rafael Alun
Bertempat di Gedung Rupbasan, Cawang, Jakarta, KPK memajang berbagai barang sitaan, termasuk tas-tas mewah milik Rafael Alun.
Empat tas dan satu dompet tersebut berasal dari merek ternama, di antaranya Bottega Veneta dengan harga awal Rp 6.822.000, Louis Vuitton dengan harga awal Rp 3.942.000, dan Givenchy dengan harga awal Rp 7.414.000.
Selain itu, Louis Vuitton tipe Speedy dilelang dengan harga awal Rp 16.380.000, sementara dompet Chanel dibuka dengan harga Rp 1.779.000.
Tidak hanya tas dan dompet, KPK juga melelang motor gede (moge) Triumph Speedmaster Bonneville 1200 HT yang disita dari Rafael Alun.
Motor mewah ini dibuka dengan harga awal Rp 330.000.000.
Untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam proses lelang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) berkolaborasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III.
Sebagai bagian dari tahapan lelang, KPK menggelar kegiatan ‘aanwijzing’, yakni pengecekan langsung barang rampasan oleh calon peserta lelang di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan), Jakarta, pada Kamis (27/2/2025).
Baca Juga: Dewas KPK Bakal Tindak Lanjut Laporan Hasto Terkait Ketidakprofesionalan Penyidik Rossa Purbo Bekti
Kegiatan ini memberi kesempatan kepada calon peserta lelang untuk menilai kondisi fisik barang sebelum melakukan penawaran.
Dengan adanya aanwijzing, peserta diharapkan mendapatkan informasi yang akurat mengenai objek lelang, sehingga proses penawaran berlangsung lebih transparan dan dapat dipercaya.
Transparansi dan Akuntabilitas Jadi Prioritas
Anggota Dewan Pengawas KPK, Benny Jozua Mamoto, yang turut hadir dalam kegiatan ini menegaskan bahwa seluruh tahapan lelang, termasuk aanwijzing, dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
“Kami memastikan bahwa proses lelang berjalan secara adil dan profesional, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi dengan keyakinan penuh,” ujar Benny.
Ia juga menegaskan bahwa kualitas barang yang dilelang tidak perlu diragukan. Barang rampasan yang disimpan di Rupbasan KPK telah dirawat dengan baik agar tetap memiliki nilai jual tinggi.
“Saya melihat langsung bagaimana sistem pengamanan dan perawatan yang diterapkan. Ini penting agar barang yang awalnya bernilai tinggi tidak mengalami penurunan drastis saat dilelang. Kami mengapresiasi tata kelola dan transparansi dalam pengelolaan aset ini,” tambahnya.
Senada dengan Benny, Direktur Labuksi KPK, Mungki Hadipratikto, menekankan bahwa aanwijzing memberi kesempatan bagi calon peserta lelang untuk menilai kondisi barang secara langsung.
Dengan begitu, peserta dapat memperoleh barang berkualitas dengan harga kompetitif serta mendukung pemulihan aset negara.
“Lelang ini menjadi salah satu sumber Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), dengan kontribusi mencapai 40%-50% dari total PNBP yang diperoleh dari bea lelang atas transaksi jual-beli,” ungkap Mungki.
Ia berharap proses lelang ini dapat semakin meningkatkan kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan korupsi dan pengelolaan aset negara yang transparan serta akuntabel.
81 Objek Lelang Dibuka Online
Eksekusi lelang barang rampasan KPK akan dilakukan secara daring melalui situs resmi ahttps://portal.lelang.go.id/ tau https://lelang.go.id/.
Proses ini diawasi langsung oleh pejabat lelang dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan untuk memastikan transparansi.
Lelang akan digelar dalam dua sesi dengan total 81 objek barang rampasan, yang mencakup berbagai aset sebagai berikut:
- Sesi pertama: 6 unit apartemen dan 6 bidang tanah beserta bangunan.
- Sesi kedua: 14 paket elektronik, termasuk telepon seluler, laptop, hard disk, dan forensic imager.
Selain itu, sejumlah barang rampasan lainnya yang turut dilelang meliputi:
- 3 unit sepeda motor: Harley-Davidson Road Glide 2013, Harley-Davidson Street Glide 2009, dan Triumph Speedmaster Bonneville 1200.
- 6 unit mobil.
- 3 unit telepon seluler.
- 29 tas bermerek.
- 3 paket logam mulia.
- 3 ikat pinggang bermerek.
- 3 paket sepeda.
- 1 unit sepeda road bike.
- 1 paket perhiasan.
- 1 paket tas ransel.
- 1 paket stik golf dan tas.
- 1 jam tangan bermerek.
- 1 unit server network.
Calon peserta dapat mendaftar secara online melalui lelang.go.id, memilih barang yang diminati, membayar bea permohonan lelang melalui kode e-billing, serta mengikuti lelang eksekusi terbuka sesuai jadwal yang telah ditentukan. ***




