POJOKSATU.id -- Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan kembali mencatatkan prestasi dengan sukses melaksanakan Program Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk tahun akademik 2024.

Program ini, yang didukung oleh hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristekdikti), bertujuan untuk meningkatkan kontribusi akademisi dalam pemberdayaan masyarakat.

Kerja sama strategis antara Tim IBI Kesatuan dan King Juice Farhan, sebuah usaha lokal yang berlokasi di Jl. Malabar Ujung No.07, RT.05/RW.02, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, menjadi kunci keberhasilan program ini.

Baca Juga: Kejari Karawang Tetapkan Pengurus TPI Ciparage sebagai Tersangka Kasus Korupsi

Sinergi yang kuat dalam pelaksanaan program bertujuan untuk mengembangkan kapasitas sumber daya manusia dan meningkatkan ekonomi lokal melalui berbagai pelatihan dan pendampingan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ani Mekaniwati, SE., MP., yang memainkan peran penting dalam mengoordinasikan keseluruhan kegiatan dan memberikan pendampingan selama program berlangsung.

Di bawah kepemimpinan Ani, program ini berjalan lancar dan terstruktur dengan baik.

Selain Ani Mekaniwati,  tim ini juga diperkuat oleh Dr. H. Mumuh Mulyana, SE., MM., M.Si., dan Wulan Wahyuni Rossa Putri, S.Pd., M.Ak., yang berkontribusi besar dalam pelaksanaan program. Dukungan mereka memastikan bahwa kegiatan ini sesuai dengan rencana dan target yang diharapkan.

Partisipasi dua mahasiswa berbakat, Lucia Benedikta Ekariani Jodikara, mahasiswa S1 Manajemen, dan Noval Ramadhan, mahasiswa S1 Akuntansi, juga turut memperkuat sinergi tim dan memberikan pengalaman praktis yang berharga.

Ani Mekaniwati, Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat IBI Kesatuan, menyoroti bahwa tren gaya hidup sehat yang semakin berkembang memberikan peluang besar bagi bisnis jus buah segar.

"Peningkatan kesadaran konsumen terhadap pentingnya pola makan sehat mendorong lonjakan permintaan akan produk jus buah segar. Ini menjadi kesempatan besar bagi kami untuk terus mengembangkan bisnis jus buah segar yang berkualitas," ujarnya.

Wulan Wahyuni juga menambahkan, "UMKM sering menghadapi beberapa masalah signifikan dalam pengelolaan keuangan, seperti ketidakmampuan untuk melacak aset dan utang, memahami kontribusi biaya yang dikeluarkan, serta mendeteksi kebocoran aset perusahaan.

Selain itu, banyak UMKM juga kekurangan sistem pertanggungjawaban yang memadai kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Untuk mengatasi tantangan ini, penting untuk mengatur keuangan dengan baik dan membuat laporan keuangan yang terstruktur agar bisnis dapat berjalan lebih efisien dan transparan."

Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model bagi pelaksanaan program serupa di masa mendatang dan terus mendukung pengembangan masyarakat, khususnya di Kota Bogor.

Di era digital, memahami perilaku konsumen di media sosial menjadi sangat krusial bagi kesuksesan bisnis. Dr. Mumuh Mulyana, salah satu anggota Tim Pengabdian Kepada Masyarakat IBI Kesatuan, menekankan pentingnya memahami tren konsumsi konten, pengaruh influencer, dan interaksi aktif dalam strategi pemasaran.

Menurut Dr. Mumuh, konsumen saat ini semakin selektif dan cepat dalam mengonsumsi konten di media sosial. Mereka cenderung memilih konten yang relevan, informatif, dan menarik perhatian dalam waktu singkat.

Hal ini menuntut bisnis untuk menciptakan konten yang lebih kreatif dan sesuai dengan preferensi target pasar.

Tambahkan ucapan terima kasih kepada Kemendikbudristek dan IBI Kesatuan yang telah memberikan dukungan kepada pelaksanaan program PKM ini