POJOKSATU.id- Keputusan mengejutkan datang dari PSSI. Federasi sepak bola nasional itu resmi mengakhiri kontrak pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri.
setelah skuad Garuda Muda gagal menembus fase gugur SEA Games 2025.
Hasil tersebut menjadi titik evaluasi besar hingga berujung pada pemutusan kerja sama yang diumumkan pada 16 Desember 2025.
Baca Juga: Wagub Banten Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Pandeglang, 13 Warga Terima RLHB Baznas
Pengumuman disampaikan langsung oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, yang menegaskan bahwa keputusan diambil melalui evaluasi menyeluruh.
Menurutnya, performa Indonesia sepanjang turnamen tidak memenuhi target yang sejak awal dicanangkan federasi maupun Kemenpora.
Indonesia yang datang sebagai juara bertahan SEA Games justru harus tersingkir di fase grup setelah hanya meraih satu kemenangan.
Yakni melawan Myanmar, sementara laga lain berakhir dengan hasil yang tidak menguntungkan.
Sumardji menegaskan, keputusan memutus kontrak bukan diambil secara tiba–tiba. Evaluasi telah dilakukan sejak hasil pertandingan terakhir Indonesia di babak grup.
"Hasil yang tidak menggembirakan sehingga kami sudah melaporkan pelaksanaan kepada rekan-rekan Exco dan Ketum dan Waketum dan keseluruhan kepada federasi."
Baca Juga: Wagub Banten Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Pandeglang, 13 Warga Terima RLHB Baznas
"Setelah bersama evaluasi, dengan ini kami sepakat melakukan evaluasi yang pertama adalah pengakhiran hubungan kerja antara Coach Indra dengan PSSI,"
Ucap Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji dikutip pojoksatu.id dari detik.com (16/12/2025).
Hasil Indonesia di SEA Games 2025 memang jauh dari ekspektasi.
PSSI sebelumnya menargetkan skuad muda ini kembali membawa pulang emas, sementara Kemenpora menetapkan target minimal perak.
Namun dari tiga laga di fase grup, Indonesia gagal mengunci tiket semifinal. Kekalahan dari Filipina menjadi titik balik yang membuat posisi tim sulit bangkit.
Kemenangan atas Myanmar tidak mengubah keadaan karena pesaing lain telah mengumpulkan poin lebih baik.
Indra Sjafri, yang sebelumnya pernah membawa Indonesia meraih medali emas SEA Games 2023, datang ke turnamen ini dengan tekanan tinggi.
Namun perjalanan skuad kali ini tidak berjalan seperti yang diharapkan.
Sejumlah faktor disebut memengaruhi, mulai dari persiapan yang tidak ideal, hingga pembangunan skuad yang belum sepenuhnya matang.
Meski demikian, federasi tetap menilai bahwa standar kinerja harus dijaga, apalagi menyangkut turnamen besar seperti SEA Games.
Pemutusan kontrak ini juga mengakhiri seluruh peran Indra di lingkungan PSSI, termasuk tugas-tugas tambahan yang selama ini ia emban.
Baca Juga: Wagub Banten Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Pandeglang, 13 Warga Terima RLHB Baznas
PSSI kini akan memulai proses penunjukan pelatih baru untuk Timnas U-23 sekaligus menyusun kembali arah pembinaan tim usia muda.
Ketua BTN menegaskan bahwa pergantian ini dilakukan demi memperbaiki fondasi tim nasional ke depan.
Langkah PSSI ini memicu beragam reaksi publik. Sebagian menilai keputusan tersebut sudah tepat mengingat hasil yang didapat Indonesia tidak sesuai harapan besar masyarakat.
Sebagian lain mengingatkan bahwa pembinaan jangka panjang seharusnya tetap menjadi pertimbangan.
Terlebih Indra memiliki rekam jejak positif dalam mengembangkan talenta usia muda di beberapa tahun terakhir.
Dengan berakhirnya masa tugas Indra, perhatian kini tertuju pada siapa sosok yang akan mengisi kursi pelatih Timnas U-23 berikutnya.
PSSI disebut tengah menjajaki beberapa nama, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk menatap agenda–agenda internasional selanjutnya.
Bagaimanapun, keputusan ini menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan sepak bola Indonesia tahun ini.
Hasil SEA Games 2025 yang di bawah harapan membuat federasi melakukan langkah tegas.
Baca Juga: Wagub Banten Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Pandeglang, 13 Warga Terima RLHB Baznas
Kini, publik menunggu arah baru yang akan ditetapkan PSSI dalam membangun kembali kekuatan tim muda Indonesia.***




