POJOKSATU.id - Heboh sebelumnya Presiden Prabowo mengatakan bahwa dirinya meminta seluruh rumah di Indonesia diubah atapnya memakai genteng.

Hal ini disampaikan saat Rakornas di Sentul pada 3 Febuari 2026.

Program ini pun menuai kehebohan serta pertanyaan publik dengan bagaimana dengan anggarannya.

Baca Juga: Telkom Perkenalkan Digitalisasi Pendidikan Berbasis AI di Yogyakarta, Gandeng Google Indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pun memberi tanggapannya karena banyak sekali pertanyaan muncul dari program baru yang terus bermunculan.

“Gentengisasi enggak sampai Rp1 triliun,” kata Purbaya kepada awak media dikutip pojoksatu.id dari antaranews 3/2/2026.

Purbaya dengan nada meyakinkan mengatakan bahwa program genteng yang dinamai gentengisasi tersebut tidak akan memakan anggaran yang sangat besar.

Baca Juga: Riza Chalid Diduga di Singapura atau Malaysia, Kejagung Bocorkan Masih di Wilayah ASEAN

Namun pergantian genteng tersebut akan dilakukan kepada beberapa rumah yang hanya menggunakan atap seng sebelumnya.

“Yang diganti yang pakai seng, paling hanya berapa puluh persen. Jadi harusnya angkanya lebih kecil. Ini kan masih hitungan kasar sekali, bisa dikendalikan angkanya,” kata Purbaya.

Jadi hanya beberapa rumah saja yang difokuskan terhadap pergantian atap tersebut.

Baca Juga: Mendikdasmen Belum Tahu Kasus Siswa SD Bunuh Diri di Ngada Nusa Tenggara Timur

Tidak hanya itu, Purbaya juga mengatakan bahwa anggaran gentengisasi ini bisa saja diambil dari dana MBG.

“Ada kemungkinan dari situ (MBG), ada kemungkinan dari tempat lain. tapi cukuplah nggak banyak banyak banget, kalau nggak salah anggarannya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan akan memumungkinkan mengambil dana mbg dan menyisihkan sisanya, karena beberapa pos ada yang bisa dilakukan efisiensi.

Meski program ini sangat baik dan menarik tetap saja ada beberapa pihak yang mengatakan pro dan kontra dengan kebijakan kedepannya.

Satu hal yang pasti niat Prabowo juga adalah memperindah kembali tata letak rumah di Indonesia.***