POJOKSATU.ID - Sebuah video pemandu ziarah di kawasan makam Sunan Gunung Jati mendadak viral dan mengundang perdebatan di media sosial.
Video tersebut ramai dibahas setelah sang pemandu menyebut adanya sebuah lorong yang diklaim sebagai jalur Sunan Gunung Jati menuju Mekkah.
Video itu diunggah oleh akun TikTok bernama sunarto91683 pada Jumat (2/1/2026).
Baca Juga: Begini Cara Kirim Nilai SKP ke MyASN Lewat SIASN, Data Kinerja Auto Tercatat
Dalam tayangan singkat tersebut, terlihat seorang pria mengenakan batik, peci hitam, dan sarung sedang memandu rombongan peziarah.
Ia tampak menunjuk ke arah sebuah lorong yang telah dipagari besi di area makam.
“Sunan Gunung Jati kalau mau ke Mekkah lewatnya sini,” ujar pria tersebut, dikutip pojoksatu.id dari radarpena.co.id.
Baca Juga: Tak Bisa Lagi Sembarangan, Login eKinerja BKN Kini Wajib Lewat ASN Digital
Pernyataan tersebut langsung memicu beragam reaksi dari publik. Sebagian warganet mempertanyakan kebenaran klaim mengenai lorong yang disebut-sebut sebagai jalur menuju Mekkah.
Banyak pula yang menilai pernyataan tersebut berpotensi menyesatkan, terutama jika disampaikan kepada peziarah yang datang dengan pemahaman sejarah dan agama yang beragam.
Tak sedikit warganet yang mengingatkan agar narasi sejarah dan keagamaan, khususnya di tempat ziarah yang sakral, disampaikan secara hati-hati dan berdasarkan sumber yang jelas.
Mereka menilai informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan kesalahpahaman serta memicu polemik di tengah masyarakat.
Di sisi lain, ada pula warganet yang menduga pernyataan sang pemandu hanyalah bentuk cerita simbolik atau kiasan yang kerap berkembang dalam tradisi tutur di kawasan ziarah.
Namun demikian, pernyataan tersebut tetap dinilai perlu diluruskan agar tidak berkembang menjadi informasi yang dianggap sebagai fakta sejarah.
Makam Sunan Gunung Jati sendiri merupakan salah satu destinasi ziarah religi paling terkenal di Cirebon, Jawa Barat.
Sunan Gunung Jati dikenal sebagai salah satu Wali Songo yang memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di tanah Jawa.
Setiap harinya, kawasan makam ini dikunjungi ribuan peziarah dari berbagai daerah.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola makam atau tokoh agama setempat terkait klaim lorong menuju Mekkah yang disebutkan dalam video tersebut.
Namun perdebatan di ruang digital terus berlangsung, menandakan tingginya perhatian publik terhadap isu yang menyangkut sejarah dan kepercayaan.
Video pemandu ziarah tersebut masih ramai dibagikan ulang dan menjadi bahan diskusi di berbagai platform media sosial.
Publik pun diimbau untuk menyikapi informasi yang beredar dengan kritis dan tidak langsung mempercayai klaim yang belum dapat dipastikan kebenarannya.***




