POJOKSATU.id – Wakil Kepala Polri, Komjen Dedi Prasetyo, membuat pengakuan mengejutkan saat rapat dengan Komisi III DPR.

Masyarakat kini lebih suka melapor ke Damkar dibanding ke polisi.

Menurut Dedi, penyebabnya adalah kecepatan respons Damkar yang jauh melebihi kinerja Polri saat ini.

Baca Juga: Peran 3 Anggota TNI AD Terlibat Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih, Serka MN Sebabkan Kematian

Polri sendiri punya tolok ukur waktu tanggap ideal standar PBB untuk quick response adalah kurang dari 10 menit.

Namun, Dedi mengungkap bahwa layanan SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polri masih berada di atas angka tersebut.

Akibatnya, banyak warga yang kemudian “curhat” lewat hotline 110 ke Damkar, karena dirasa lebih mudah dan cepat.

Baca Juga: Peran 3 Anggota TNI AD Terlibat Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih, Serka MN Sebabkan Kematian

Dalam berbagai laporan, Damkar tak hanya menangani kebakaran mereka juga dikerahkan dalam situasi evakuasi medis.

Misalnya di Polewali Mandar, Damkar membantu seorang warga sakit yang tak bisa berjalan menuju rumah sakit.

Agar pelayanan publik menjadi lebih cepat, Polri telah menyiapkan strategi perbaikan.

Baca Juga: Angka Putus Sekolah Tinggi, Sekolah Rakyat di Banten Jadi Harapan Baru Anak Yang Kurang Mampu

Pertama, optimalisasi nomor darurat 110 agar laporan masyarakat bisa diterima dan ditindaklanjuti lebih cepat.

Kedua, Polri merombak struktur SPKT akan dikonversi jadi unit Pamapta yang sifatnya lebih operasional agar laporan bisa langsung ditindaklanjuti.

Dedi menegaskan, Polri memang harus memperbaiki “quick response time”.

Mereka dan berkomitmen untuk memangkas waktu tanggap hingga di bawah 10 menit.

Terkait kritik publik serta tekanan reformasi, Dedi menyatakan Polri terbuka terhadap masukan eksternal.

Baca Juga: PSMS vs PSPS: Tuan Rumah Janjikan Main Agresif Meski Tanpa Penonton

Menurutnya, perbaikan kultural di tubuh Polri adalah pekerjaan rumah besar yang terus mereka jalankan.***