POJOKSATU.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi mendadak menjadi sorotan publik.

Pasalnya, makanan yang dibagikan kepada siswa di SDN Nangerang, Kecamatan Jampangtengah, didapati mengandung belatung pada menu sayuran.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (29/1/2026) dan langsung memicu kekhawatiran para orang tua murid terkait standar kebersihan makanan.

Baca Juga: Tak Perlu Takut Hukum, Kapolres Bogor Izinkan Warga Lawan Begal dalam Kondisi Terdesak

Temuan belatung diketahui terdapat pada menu sayur yang disajikan untuk siswa kelas lima.

Pihak sekolah pun membenarkan adanya makanan yang tidak layak konsumsi dalam paket MBG tersebut.

Salah seorang guru SDN Nangerang, Rizal M, mengungkapkan bahwa belatung ditemukan pada irisan tomat dan mentimun.

Baca Juga: Apakah Dirawat di Rumah Sakit Jiwa Bisa Ditanggung BPJS? Ini Aturan Lengkapnya

Menurut pihak sekolah, makanan tersebut langsung ditarik dan tidak diberikan kepada siswa.

Sekolah juga segera berkoordinasi dengan pengelola dapur MBG untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.

Baca Juga: LKBN Antara Selenggarakan Pra-UKW Daring untuk Perkuat Kompetensi Jurnalis

Langkah cepat diambil guna memastikan tidak ada siswa yang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padabeunghar, M. Sidiq Supriyanto, membenarkan adanya temuan belatung dalam menu MBG di sekolah tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa kejadian itu bersifat insidental dan tidak disengaja.

Ia menjelaskan bahwa kemungkinan belatung muncul akibat proses distribusi atau penyimpanan sayuran yang kurang optimal.

Baca Juga: Terungkap! Harta Fantastis Rp38,8 Miliar Milik Iman Rachman Sebelum Mundur dari Kursi Dirut BEI

Meski demikian, pihaknya mengakui adanya kelalaian dan menyatakan siap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan hingga pendistribusian makanan MBG.

Kejadian ini turut mendapat perhatian dari aparat kepolisian.

Petugas dilaporkan telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan keamanan pangan serta menelusuri penyebab munculnya belatung pada menu makanan siswa.

Baca Juga: Terungkap! Harta Fantastis Rp38,8 Miliar Milik Iman Rachman Sebelum Mundur dari Kursi Dirut BEI

Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kasus serupa tidak terulang.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah.

Namun, insiden ini dinilai mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program tersebut di daerah.

Baca Juga: Pasar Modal Bergejolak Dua Hari, Dirut BEI Iman Rachman Akhirnya Pilih Mengundurkan Diri

Sejumlah orang tua siswa berharap pemerintah daerah dan pengelola MBG dapat memperketat pengawasan, terutama terkait kebersihan bahan pangan dan proses pengolahan makanan.

Mereka menilai aspek keamanan dan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama demi kesehatan anak-anak.

Pengelola MBG menyatakan komitmennya untuk melakukan perbaikan dan memastikan standar kebersihan lebih ketat ke depannya.

Evaluasi internal disebut akan segera dilakukan agar program tetap berjalan sesuai tujuan awal, yakni memberikan makanan bergizi dan aman bagi siswa.***