POJOKSATU.id - Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Desa Ekas Buana, Lombok Timur, NTB, Jumat 27/2/2026.

Berubah menjadi momen menegangkan setelah ia menemukan kualitas pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dinilai jauh dari standar.

Proyek yang seharusnya diperuntukkan bagi kesejahteraan nelayan itu justru menuai amarah sang menteri.

Baca Juga: Mengenal Makna Ramadan Kareem vs Ramadan Mubarak, Mana yang Benar?

Saat meninjau area gudang beku, Trenggono terlihat geram melihat akses keluar-masuk yang terlalu sempit dan finishing bangunan yang dianggap tidak layak.

Lantai semen yang sudah retak semakin memicu kemarahannya. Di hadapan para pekerja dan kontraktor, ia langsung memberi peringatan keras tanpa basa-basi.

“Saya minta semua dibenarin, dikoreksi semua, finishing-nya. Nggak benar ini!” tegas Trenggono dikutip Pojoksatu.id dari Tiktok@hidup_abadi_92.

Baca Juga: Tips Menjaga Kekhusyukan Tarawih Saat Masjid Membeludak di Bulan Ramadhan

Ia pun sambil menunjuk kondisi bangunan yang dianggap memalukan untuk proyek beranggaran negara.

Amarahnya memuncak ketika ia mengingatkan potensi temuan penyimpangan dalam proyek tersebut.

Dengan suara meninggi, ia menegur pelaksana proyek yang tengah mendampinginya.

Baca Juga: Mengenal Makna Ramadan Kareem vs Ramadan Mubarak, Mana yang Benar?

“Nanti sekali waktu presiden datang, dia lihat kamu yang korupsi,” ucapnya yang membuat suasana peninjauan mendadak hening.

Tak berhenti di situ, Trenggono juga menegur seorang pria yang terlibat dalam proyek tersebut.

Dengan ekspresi kecewa, ia berkata, “Kamu nggak malu? Kalau saya malu itu.”

Inspeksi tersebut kemudian viral setelah rekamannya tersebar di media sosial.

Publik ramai membahas ketegasan Menteri Trenggono dalam menjaga integritas anggaran negara, terutama untuk proyek yang menyangkut hajat hidup masyarakat pesisir.

Ia menegaskan seluruh bangunan harus diperbaiki total dan dikerjakan sesuai standar profesional.

Baca Juga: Manfaat Puasa Ramadhan bagi Kesehatan Mental dan Detoksifikasi Otak

Trenggono menutup kunjungannya dengan instruksi tegas proyek KNMP harus menjadi fasilitas yang benar-benar bisa dimanfaatkan nelayan, bukan sekadar bangunan formalitas.***