POJOKSATU.ID - Pemerintah memperingatkan keras para pedagang yang mencoba mempermainkan harga pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan tidak akan ragu melakukan penindakan tegas terhadap pelaku yang mencari keuntungan tidak wajar di momen hari besar keagamaan.
Amran menekankan, stabilitas harga pangan menjadi isu krusial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Guru Wajib Tahu, Tanpa SKTP TPG Tak Bisa Cair, Ini Penjelasan Aturan dan Opsi Pembayaran Lanjutan
Karena itu, pengamanan harga tidak lagi sekadar imbauan moral, melainkan kewajiban bersama yang harus dijalankan secara disiplin oleh seluruh pelaku usaha.
“Jangan coba-coba permainkan harga untuk mengambil keuntungan yang tidak wajar. Kami tidak akan segan. Jika tidak tegas, pemerintah yang dihujat rakyat,” ujar Amran, dikutip pojoksatu.id dari TV One News Minggu (21/12/2025).
Menurut Amran, lonjakan harga pangan jelang Nataru kerap berulang setiap tahun akibat ulah oknum pedagang yang memanfaatkan meningkatnya permintaan.
Baca Juga: Kabar Baik Pekerja! JKP BPJSTK Kini Beri 60 Persen Upah hingga 6 Bulan
Praktik semacam itu, kata dia, tidak bisa lagi ditoleransi karena berdampak langsung pada daya beli dan keresahan masyarakat.
Ia menegaskan, pemerintah melalui Bapanas bersama kementerian dan lembaga terkait telah menyiapkan langkah pengawasan ketat di seluruh rantai distribusi pangan.
Mulai dari produsen, distributor, hingga pedagang di pasar akan dipantau untuk memastikan tidak ada penimbunan maupun permainan harga.
Baca Juga: Bukan Sekedar Ujian, Peserta CPNS 2026 Wajib Siapkan Kesehatan Mental, Simak Penjelasannya
“Aku tidak mau terulang. Yang menaikkan harga, aku vertigokan,” tegas Amran dengan nada keras.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap pemerintah yang ingin hadir secara nyata di tengah masyarakat, khususnya saat momentum hari besar keagamaan.
Amran menilai, momen Natal dan Tahun Baru seharusnya menjadi waktu bagi masyarakat untuk merayakan dengan tenang, bukan justru dibebani oleh harga kebutuhan pokok yang melonjak.
Ia juga mengingatkan bahwa negara memiliki instrumen hukum yang cukup untuk menindak pelanggaran di sektor pangan.
Oleh karena itu, para pelaku usaha diminta mematuhi aturan dan menjaga etika bisnis, demi kepentingan bersama.
Selain penindakan, Amran memastikan pemerintah terus menjaga pasokan pangan nasional agar tetap aman dan mencukupi.
Baca Juga: Peserta CPNS 2026 Wajib Waspada Penipuan, Ini Modus yang Sering Muncul, Simak Lengkapnya
Ketersediaan stok, menurutnya, menjadi faktor penting dalam menekan potensi kenaikan harga yang tidak wajar.
“Kami pastikan stok aman. Tidak ada alasan untuk menaikkan harga seenaknya,” katanya.
Pemerintah berharap, dengan sikap tegas ini, stabilitas harga pangan selama Nataru 2025/2026 dapat terjaga.
Amran juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi permainan harga di lapangan.
Baca Juga: Kebakaran Kapuk Muara Hanguskan Belasan Rumah dan 21 KK terdampak, Kerugian Tembus Rp 900 Juta
Langkah tegas ini sekaligus menjadi pesan bahwa negara tidak akan tinggal diam menghadapi praktik curang yang merugikan rakyat.
Bagi pemerintah, menjaga harga pangan tetap stabil bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal keadilan dan kepercayaan publik.***




