POJOKSATU.id - Kenaikan harga LPG 12 kg kembali bikin heboh publik. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menekan.

Harga gas nonsubsidi ini terus merangkak naik dan memicu keluhan masyarakat.

Namun Menteri ESDM Bahlil Lahadalia justru memberikan respons tegas yang langsung viral.

“Saya mau tanya, kalau nonsubsidi itu untuk orang kaya atau untuk orang susah?” tanya Bahlil, dikutip Pojoksatu.id dari Keterangannya kepada pers 17/4/2026.

Baca Juga: Gokil! Industri Manufaktur Sumbang 19 Persen Ekonomi RI, Jadi Tulang Punggung Ekspor

Pernyataan itu menegaskan bahwa LPG 12 kg memang diperuntukkan bagi masyarakat mampu, bukan penerima subsidi.

Bahlil menekankan, negara tetap hadir membantu rakyat, tetapi ada prioritas yang harus dijaga.

“Ya udah orang mampu, kan gini lho bos, negara itu hadir untuk membantu semua rakyat, tetapi prioritasnya itu adalah kepada saudara-saudara kita yang tidak mampu,” sambung Bahlil.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Jadi Fokus! Pemkot Serang Siapkan PPPK di 67 Kelurahan

Ia juga meminta masyarakat mampu untuk ikut berkontribusi.

“Kalau yang mampu, ya harusnya dia berkontribusi untuk saling membantu itu aja kok,” ujarnya

Sindiran keras pun dilontarkan bagi orang kaya yang masih memakai LPG subsidi.

Baca Juga: 4 Bulan Tak Digaji, Ini Penyebab Guru PPPK Paruh Waktu Telat Cair

“Jadi kalau masa contoh model kayak orang kaya, ya masa orang kaya pendapatannya di atas Rp 500 juta per bulan disuruh pakai LPG 3 kilo? Sorry ye,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah memastikan LPG 3 kg tetap aman.

“Kalau yang subsidi tetap. Saya hanya bisa menjamin harga subsidi karena itu adalah perintah Presiden,” terang Bahlil

Kenaikan LPG 12 kg sendiri dipicu harga energi global karena statusnya nonsubsidi. Artinya, harga mengikuti pasar.

Baca Juga: Gokil! Industri Manufaktur Sumbang 19 Persen Ekonomi RI, Jadi Tulang Punggung Ekspor

Isu ini pun memunculkan perdebatan, antara keadilan subsidi dan tekanan ekonomi masyarakat.***