POJOKSATU.id, TEMANGGUNG— Dari empat anggota keluarga yang tewas di dalam tenda kemping di wilayah Posong, Temanggung, Jateng, hanya satu yang diizinkan keluarga diotopsi (autopsi) polisi.

Dari keempat korban tersebut, hanya satu yang dilakukan autopsi yakni Alvino Evan Hakim (17) atau bungsu keluarga pedagang di Pasar Lanang Ambarawa ini.

Identitas korban yang lain yaitu Muhammad Ali Munawar (52), Maghfirah (43) dan Bagas Amar Hakiki (21).

Baca Juga: Sosok Ali dan Istri Sekeluarga Tewas di Posong, Berjualan Buah dan Grosir di Pasar Lanang Ambarawa

"Yang diautopsi itu dengan inisial AEH, 17 tahun, laki-laki, seorang pelajar. Dari permintaan kami, tentunya kami ingin mengautopsi secara menyeluruh,” kata Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, Jumat (29/5/2026).

“Namun, dari pihak keluarga tentunya merasa keberatan," katanya lagi.

Pada mulanya keluarga korban menolak dilakukan autopsi. Oleh sebab itu, dengan berbagai upaya, polisi akhirnya berhasil membujuk.

“Keluarga dari korban tersebut menentukan satu yang akan diautopsi. Itu yang paling muda karena dianggap yang paling muda ini inisial AEH, paling sehat. Karena kebetulan juga merupakan atlet sehingga itu yang kami laksanakan pemeriksaan," tegas Komang.

Baca Juga: Ali Bersama Istri dan 2 Anaknya Tewas di Tenda Glamping di Temanggung Saat Hari Raya, Ini Penyebabnya

Barang Bukti di TKP


Polisi mengungkap temuan kompor gas dalam kasus kematian 4 orang sekeluarga ini. Kompor gas tersebut, ditemukan tepat di luar tenda atau teras tenda.

"Untuk posisi kompor gas portabel tersebut, kami temukan tepat di luar tenda atau di teras tenda,” jelasnya.

“Karena kan di teras tenda itu ada mulutnya untuk pintu keluar masuknya, itu pas di depannya sekali. Untuk pintunya tertutup rapat dan ventilasi kanan dan kiri tenda juga tertutup rapat," kata Komang.

Untuk barang bukti yang diperiksa, kata Komang, pemeriksaan lima ponsel berbagai merek, satu buah mobil Honda Jazz, satu buah kamera, satu set kompor gas portabel, dan satu tungku tanah liat untuk membakar briket.

"Dan pemeriksaan terkait dengan sisa-sisa makanan seperti daging, sosis, sayur, dan nasi putih yang dibawa oleh korban untuk masak barbeque di TKP," tambahnya.

Dalam kejadian ini, kata Komang, sudah ada empat orang saksi yang dimintai keterangan.

"Untuk saksi, ada empat saksi yang kami periksa dan sampai saat ini akan dilaksanakan pemeriksaan lanjutan pendalaman terkait dengan keterangan saksi. Dari pihak pengelola," ujarnya.***