POJOKSATU.id- Angka Rp100 per liter tiba-tiba menjadi topik perbincangan warga Kota Bekasi.
Bukan diskon warung atau promo musiman, melainkan tarif resmi air minum isi ulang yang kini disediakan langsung oleh Pemerintah Kota Bekasi melalui Perumda Tirta Patriot di ruang publik.
Di tengah harga air minum kemasan yang terus merangkak naik, kehadiran spot air minum dengan harga nyaris “tak masuk akal” ini langsung menarik perhatian.
Cukup membawa tumbler, warga bisa mengisi air minum layak konsumsi dengan biaya yang bahkan tak sampai harga permen.
Harga Murah yang Disengaja
Tarif yang diterapkan terbilang ekstrem jika dibandingkan harga pasar.
Baca Juga: Catat! ITS Buka Golden Ticket SNBP 2026, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya
Berdasarkan data resmi di lapangan, Pemkot Bekasi mematok harga Rp100 per liter atau sekitar Rp500 untuk 1,8 liter.
Angka ini jauh di bawah harga air mineral kemasan yang rata-rata dijual Rp3.000 hingga Rp5.000 per liter.
Pemerintah menegaskan, tarif murah ini bukan gimmick.
Baca Juga: Jurusan Kuliah Paling Menjanjikan di Tahun 2026, Peluang Kerja Cepat dan Gaji Kompetitif
Harga sengaja ditekan untuk memastikan fasilitas tetap terawat sekaligus mengedukasi masyarakat.
Agar mulai menghargai air tanpa harus bergantung pada kemasan plastik sekali pakai.
Bukan Bisnis, Tapi Perubahan Perilaku
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa program ini tidak ditujukan sebagai unit bisnis. Fokus utamanya adalah perubahan pola konsumsi air di masyarakat.
Pemkot ingin membiasakan warga membawa botol minum sendiri.
Baca Juga: Prioritas CPNS 2026 Terungkap! Pemerintah Tentukan Sektor Kunci Penerimaan, Siapkan Diri Anda!
Sekaligus mengurangi ketergantungan pada air kemasan yang selama ini menyumbang sampah plastik dalam jumlah besar.
Kebijakan ini juga sejalan dengan aturan internal Pemkot Bekasi yang mulai membatasi penggunaan air minum kemasan plastik dalam kegiatan resmi pemerintahan.
Kualitas Air Jadi Prioritas
Harga murah bukan berarti kualitas diabaikan. Air minum yang disediakan berasal dari jaringan PDAM dan telah melalui proses penyaringan berlapis.
Termasuk sistem filtrasi dan teknologi pengawasan kualitas air.
Hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan Kota Bekasi memastikan air tersebut bebas bakteri E. coli, dengan tingkat pH sekitar 8,1.
Baca Juga: Prioritas CPNS 2026 Terungkap! Pemerintah Tentukan Sektor Kunci Penerimaan, Siapkan Diri Anda!
Masih dalam ambang aman untuk dikonsumsi. Mesin pengisian juga dilengkapi sensor otomatis yang akan menghentikan aliran air jika kualitas menurun.
Baru Awal, Akan Diperluas
Saat ini, beberapa unit mesin air minum telah dipasang di lingkungan Kantor Pemkot Bekasi, salah satunya di area Taman Rusa.
Total empat unit disiapkan pada tahap awal, dengan dua unit sudah aktif beroperasi.
Ke depan, Pemkot Bekasi berencana memperluas titik layanan ke ruang publik lain seperti Plaza Patriot Candrabhaga, kawasan Danau Duta, Kalimalang, hingga lingkungan sekolah.
Jika berjalan sesuai rencana, program ini diharapkan menjadi contoh layanan air minum murah berbasis edukasi lingkungan.
Baca Juga: Jurusan Kuliah Paling Menjanjikan di Tahun 2026, Peluang Kerja Cepat dan Gaji Kompetitif
Rp100 yang Mengubah Cara Pandang
Lebih dari sekadar angka, Rp100 per liter menjadi simbol pesan kuat pemerintah kepada warganya.
Air minum tak harus mahal, dan menjaga lingkungan bisa dimulai dari kebiasaan sederhana.
Baca Juga: Catat! ITS Buka Golden Ticket SNBP 2026, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya
Dengan harga yang nyaris tak terasa di kantong, Pemkot Bekasi mencoba membangun kesadaran baru.
Air adalah kebutuhan dasar, bukan komoditas mewah, dan setiap orang bisa berperan dalam mengurangi sampah plastik dimulai dari satu botol isi ulang.***




