POJOKSATU.id – Kabar duka menyelimuti Sumatera Selatan. Kemas H. Abdul Halim Ali atau Haji Halim, pengusaha senior dan tokoh berpengaruh di Palembang.
Dikabarkan meninggal dunia di usia 88 tahun pada Kamis siang, 22 Januari 2026, setelah menjalani perawatan intensif di RS Siti Fatimah Az-Zahra.
Dikutip pojoksatu.id dari Inilah.com, kondisi kesehatan Haji Halim memburuk drastis dalam 24 jam terakhir sebelum wafat.
Ia mengalami komplikasi serius yang mencakup gangguan jantung, paru-paru, serta penurunan fungsi hati.
Mendiang dirawat di ruang ICCU dan dipantau ketat tim medis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Sempat Kritis, Publik Sumsel Heboh
Kepergian Haji Halim langsung memicu gelombang reaksi publik.
Baca Juga: Universitas Esa Unggul, Kampus Swasta Pelopor Rekam Medik dan Fisioterapi di Indonesia
Tokoh yang dikenal luas di dunia usaha ini memang sempat menjadi perhatian masyarakat sejak dinyatakan kritis pada 21 Januari 2026.
Beberapa hari terakhir, keluarganya disebut terus mendampingi proses perawatannya di rumah sakit.
Sebelum wafat, kondisi Haji Halim disebut kian lemah akibat faktor usia dan riwayat penyakit yang sudah lama diderita.
Baca Juga: Agar Laptop Tidak Cepat Panas, Ini Cara Sederhana yang Bisa Kamu Terapkan
Dalam beberapa kesempatan, ia bahkan hadir di persidangan menggunakan alat bantu medis, termasuk tabung oksigen.
Masih Terjerat Kasus Besar
Wafatnya Haji Halim juga menarik sorotan karena ia sedang menjalani proses hukum dalam dugaan pemalsuan dokumen lahan proyek Tol Betung–Tempino–Jambi.
Jaksa sebelumnya menyebut potensi kerugian negara mencapai lebih dari Rp127 miliar.
Meski bagian ini hanya menjadi konteks, publik menilai bahwa kesehatan Haji Halim semakin menurun sejak proses hukum berjalan.
Baca Juga: Agar Laptop Tidak Cepat Panas, Ini Cara Sederhana yang Bisa Kamu Terapkan
Keluarga Belum Keluarkan Pernyataan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga belum merilis pernyataan resmi mengenai detail wafatnya Haji Halim maupun rencana pemakaman.
Rumah sakit disebut masih menunggu koordinasi keluarga sebelum memberikan keterangan lengkap.
Kepergian Haji Halim menutup perjalanan panjangnya sebagai pebisnis yang dikenal memiliki pengaruh besar dalam pengembangan usaha dan jaringan ekonomi Sumsel.
Publik kini menantikan kejelasan mengenai proses hukum yang ditinggalkan dan langkah keluarga pasca-kepergian sang tokoh.***




