POJOKSATU.id, JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan bahwa pencairan tambahan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) senilai Rp300 ribu per bulan akan dimulai Oktober 2025.

Ia menjelaskan proses penyaluran untuk bantuan sosial reguler serta program perluasan tahap triwulan IV telah berjalan sejak hari ini dan ditargetkan rampung dalam dua minggu ke depan.

“Proses penyaluran bansos reguler dan perluasan triwulan IV sudah dimulai sejak hari ini dan ditargetkan selesai dalam dua pekan ke depan,” kata Gus Ipul, Selasa (21/10).

Tambahan bantuan ini ditujukan bagi 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Siswa Sekolah Rakyat Akan Dapat Laptop, Satu Siswa Satu Perangkat Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sistem perlindungan sosial nasional pada 2025.

BLTS akan disalurkan selama tiga bulan berturut-turut—yakni Oktober, November, dan Desember dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.

Gus Ipul menegaskan bahwa bantuan ini terpisah dari program BLT reguler yang telah dijalankan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

“Tambahan BLTS ini di luar BLT reguler yang sudah diberikan melalui Kemensos setiap bulan kepada 20,88 juta KPM melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan Sembako,” ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah Matangkan Formula Baru UMP 2026, Menperin Soroti Soal Fairness dan Daya Saing Industri

Jika diasumsikan satu keluarga terdiri dari empat anggota maka jumlah penerima manfaat tambahan ini mencapai sekitar 140 juta jiwa dengan total anggaran sebesar Rp31,54 triliun.

Dengan adanya program tambahan tersebut, total anggaran perlindungan sosial Kemensos pada 2025 meningkat menjadi Rp110,72 triliun.

Secara keseluruhan, tahun ini penyaluran bansos dibagi ke dalam lima kelompok penerima. Antara lain, 398.714 KPM penerima PKH murni dengan anggaran Rp1,12 triliun, 8,68 juta KPM penerima Sembako murni dengan dana Rp20,82 triliun, dan 9,6 juta KPM penerima gabungan PKH serta Sembako dengan total anggaran Rp49,93 triliun.

Selain itu, terdapat 18,28 juta KPM yang menerima bantuan penebalan pada Juni–Juli 2025 dengan total Rp7,31 triliun, serta 35,05 juta KPM yang akan menerima stimulus ekonomi pada periode Oktober–Desember 2025 dengan total anggaran Rp31,54 triliun.

Gus Ipul menuturkan, penerima tambahan BLTS berasal dari keluarga berpenghasilan rendah yang termasuk dalam desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dari jumlah itu, 20,88 juta KPM merupakan penerima bantuan penebalan, sementara 14,15 juta KPM lainnya adalah penerima baru.

“Data penerima mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di triwulan pertama, serta DTSEN pada triwulan berikutnya (triwulan II–IV) yang diperbarui setiap tiga bulan untuk memastikan bantuan sosial (bansos) tepat sasaran,” jelas Gus Ipul.

Untuk periode triwulan IV tahun ini, Kemensos juga memperluas cakupan penerima dengan menambah keluarga dari desil 1–4 DTSEN yang sebelumnya belum memperoleh bantuan reguler.

Proses pembaruan dan pemadanan data dilakukan melalui kerja sama lintas kementerian, termasuk Kemenko Perekonomian, Kemensos, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Kementerian Keuangan.***