POJOKSATU.id –Gerakan Anak Negeri (GAN) resmi memulai gelombang keempat aksi kemanusiaannya dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan pendidikan dasar bagi korban bencana di Aceh.

Ini menjadi harapan bagi anak-anak korban bencana di Aceh di tengah upaya pemulihan pascabencana Sumatera.

Pada tahap ini, GAN menargetkan penyaluran 1.000 paket seragam dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Bantuan pendidikan tersebut akan disalurkan ke sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Bireuen, Kecamatan Sawang, serta beberapa daerah lainnya.

Baca Juga: Buka Suara BKN Soal CPNS 2026 'Rekrutmen Berdasarkan Kebutuhan Riil, Bukan Sekadar Keinginan'

Aksi ini menjadi bagian dari upaya pemulihan jangka panjang agar anak-anak tetap dapat bersekolah di tengah kondisi pascabencana.

Sebelumnya, GAN telah melaksanakan tiga gelombang penyaluran bantuan di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Aceh Tamiang.

Memasuki gelombang keempat, fokus bantuan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan pendidikan dasar yang dinilai krusial bagi masa depan anak-anak.

Koordinator Gerakan Anak Negeri, Iqbal Muhammad, mengatakan gelombang keempat ini menjadi penegasan konsistensi GAN dalam bergerak mendampingi masyarakat terdampak bencana.

“Kami fokus bantuan pendidikan dengan target 1.000 paket seragam dan perlengkapan sekolah. Harapannya, anak-anak tetap memiliki semangat belajar dan tidak terhenti pendidikannya meski berada dalam kondisi sulit,” ujar Iqbal Muhammad, Senin, 9 Februari 2026.

Baca Juga: Prof. Zudan Dorong Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks, Korpri Sasar ASN hingga Masyarakat Luas

Sebagai bagian dari dimulainya gelombang keempat, tim relawan GAN bergerak dari Kota Bogor sejak Senin dinihari, 9 Februari 2026.

Dalam kondisi masih gelap, sekira pukul 02.00 WIB, relawan berangkat dari Kantor Harian Metropolitan, Bogor, membawa harapan menuju wilayah terdampak bencana.

Rombongan kemudian menuju Bandara Soekarno-Hatta dan melanjutkan perjalanan udara ke Medan, Sumatera Utara, menggunakan pesawat Lion Air JT 200 yang lepas landas pukul 05.00 WIB.

Meski cuaca kurang bersahabat, pesawat yang dikemudikan Pilot Bayu Eko Apriyanto mendarat dengan selamat di Bandara Kualanamu pada pukul 07.15 WIB.

Tim advance GAN dipimpin langsung oleh Iqbal Muhammad yang juga menjabat sebagai General Manager Radar Depok.

Baca Juga: Gaya Hidup Pelan di Tengah Kota, Tren 'Slow Living' yang Mulai Dilirik Warga Urban

Turut serta dalam rombongan Budi Mulyadi selaku General Manager Radar Bandung, Andika Eka Maulana wartawan Radar Depok, serta relawan Arie Sudharisman.

Setelah tiba di Medan, tim GAN akan melanjutkan perjalanan menuju Aceh untuk melakukan koordinasi lapangan dengan berbagai pihak sekaligus memulai proses penyaluran bantuan pendidikan kepada anak-anak terdampak bencana.

Iqbal Muhammad menjelaskan, bantuan pendidikan dipilih sebagai fokus utama karena kebutuhan anak-anak terdampak bencana saat ini dinilai paling mendesak.

“Seragam dan perlengkapan sekolah mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi anak-anak korban bencana ini adalah simbol harapan agar mereka bisa kembali bersekolah dan menata masa depan,” kata dia.

Iqbal menerangkan, Gerakan Anak Negeri menegaskan kepedulian terhadap pendidikan anak-anak korban bencana akan terus menjadi bagian dari aksi kemanusiaan yang berkelanjutan. ***