POJOKSATU.id - Tim Gerakan Anak Negeri (GAN) akhirnya tiba di Aceh Tamiang pada Kamis, 1 Januari 2026 dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Sebelumnya tim GAN menempuh perjalanan panjang dari Bogor - Bandara Soetta - Bandara Kualanamu Medan - Aceh Tamiang.

Di Aceh Tamiang, tim GAN singgah di Posko SalamAid dan langsung bergerak ke Desa Kota Lintang, Dusun Al Ikhasan, Kecamatan Kualasimpang atau yang biasa disebut Kota Lintang Bawah.

Baca Juga: Anggaran Rp 1,5 Triliun Dialihkan, Purbaya Pastikan Perbaikan Jembatan di Sumatera Dikebut

Di lokasi, tim GAN bersama SalamAid langsung berkumpul di posko pengungsian warga.

Suasana hangat langsung terasa saat warga menyambut kedatangan tim. Bahkan, mereka menyuguhkan ayam bakar yang baru saja dipanggang bersama-sama warga.

"Ayo, pak, kita makan dulu. Kita sudah bakar ayam dan masak nasi goreng," kata salah seorang pengungsi, Kiki, yang diamini warga lainnya.

Baca Juga: Prabowo Bertahun Baru 2026 di Garoga Batangtoru Bersama Pengungsi Korban Banjir Sumatera

Bagi mereka, menjamu tamu adalah kebiasaan. Bahkan ketika sedang dilanda bencana pun, mereka tetap menyambutnya dengan penuh kehangatan.

Ayam bakar tersebut dimasak beramai-ramai. Tua dan muda ikut serta.

Tim akhirnya memutuskan makan terlebih dulu bersama sejumlah warga yang masih terjaga.

Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui  teks ini ==> Gerakan Anak Negeri

"Tadi ada yang kasih ayam, pak, jadi kita bakar bersama warga setelah syukuran," ungkapnya.

Kiki berucap, momen tahun baru penuh duka ini tak pernah terpikirkan oleh warga sebelumnya.

Banjir bandang yang membawa material lumpur dan kayu-kayu raksasa menghantam nyaris membuat semua rumah hancur.

"Biasanya kalau malam tahun baru kita (warga) kumpul ramai-ramai, syukuran dulu baca Yasin," ucap dia.

"Tapi sekarang rumah kami sudah tidak ada, jadi kami syukuran kecil-kecilannya di posko," sambungnya.

Baca Juga: 4.149 Sekolah Terdampak Bencana Sumatera, 85 Persen Sudah Beroperasi

Penanggung Jawab Gerakan Anak Negeri, Hazairin Sitepu merasa terharu dengan sambutan warga yang begitu hangat meski di tengah duka akibat bencana.

"Malam ini kita menghabiskan malam tahun baru bersama warga terdampak bencana di Tamiang ini," kata Hazairin.

"Sambutannya luar biasa, padahal mereka korban bencana. Semoga kita bisa terus saling membantu," lanjut dia.

Baca Juga: Jembatan Putus di Mana-mana Akibat Bencana Sumatera, Presiden Prabowo Baru Instruksikan Impor 100 Jembatan Bailey

Sebelumnya, Gerakan Anak Negeri memberikan bantuan penanganan pascabencana di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.

Di dua wilayah tersebut, bantuan diberikan kepada 1.926 warga terdampak banjir bandang akhir November 2025 lalu.

Kali ini, keberangkatan tim GAN juga membawa bantuan ratusan paket seragam sekolah hingga alat salat seperti sarung, sajadah dan mukena untuk disalurkan ke warga terdampak bencana.

Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui  teks ini ==> Gerakan Anak Negeri

Tak hanya itu, tim juga menyalurkan air bersih hingga perlengkapan tidur seperti kasur dan bantal.

"Kita bergerak terus, bergandengan tangan membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana," tandas Hazairin Sitepu.***