POJOKSATU.id — Gempa bumi dengan magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Bogor, Jawa Barat, pukul 22.16 WIB.
Wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, diguncang dua kali gempa bumi tektonik pada hari yang sama, Kamis (10/04/2025).
Kedua gempa ini terjadi dalam rentang waktu kurang dari enam jam dan sempat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah sekitar.
Gempa pertama terjadi pada pukul 16:32:57 WIB dengan kekuatan magnitudo 2,9.
Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa ini berada pada koordinat 6,73 Lintang Selatan dan 106,58 Bujur Timur, atau sekitar 28 kilometer barat daya Kota Bogor.
Gempa berkedalaman 8 kilometer ini digolongkan sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
Getaran dari gempa pertama dirasakan di wilayah Kabandungan dan Kabupaten Bogor dengan Skala Intensitas II hingga III MMI.
Artinya, getaran terasa oleh beberapa orang, dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang. Sejauh ini, tidak ada laporan mengenai kerusakan bangunan yang ditimbulkan dari kejadian tersebut.
BMKG mencatat adanya satu kali aktivitas gempa susulan setelah kejadian pertama, yang terdeteksi hingga pukul 16:46 WIB.
Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 22:16:13 WIB, gempa kedua mengguncang wilayah yang sama dengan kekuatan lebih besar, yaitu magnitudo 4,1.
Episenter gempa berada di darat, hanya sekitar 2 kilometer tenggara Kota Bogor, pada kedalaman 5 kilometer.
Seperti gempa sebelumnya, ini juga merupakan gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif.
Guncangan gempa kedua dirasakan lebih luas, mencakup Kota Bogor, Kabupaten Bogor, hingga Depok.
BMKG mengukur intensitas guncangan pada skala III MMI, yang berarti getaran terasa jelas di dalam rumah, seolah-olah ada truk besar yang melintas di dekat lokasi.
Meskipun getarannya cukup terasa, BMKG menegaskan belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa kedua. Hingga pukul 22:28 WIB, belum tercatat adanya gempa susulan lanjutan.
Menanggapi dua kejadian gempa tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat diminta hanya merujuk pada informasi resmi dari BMKG yang disampaikan melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi, seperti media sosial resmi @bmkgwilayah2 atau @infoBMKG, situs web resmi (http://bbmkg2.bmkg.go.id, http://www.bmkg.go.id, inatews.bmkg.go.id), maupun aplikasi mobile wrs-bmkg dan infobmkg.
Laporan resmi ini disampaikan oleh Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang, Hartanto, S.T., M.M. ***




