POJOKSATU.ID - Sebuah mobil operasional milik bank plat merah yang mengangkut uang tunai senilai sekitar Rp 4,6 miliar.

Hangus terbakar di Jalan Trans Sulawesi, Desa Bala, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pada Rabu (12/11) sekitar pukul 12.40 Wita.

Mobil jenis Daihatsu Grand Max bernomor polisi B 9345 PCU, yang merupakan kendaraan logistik rekanan sebuah bank BUMN Cabang Polman.

Tengah dalam perjalanan menuju Majene setelah mengisi sejumlah mesin ATM.

Baca Juga: KemenPANRB Umumkan Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu, Kalimantan Selatan Jadi Provinsi dengan Estimasi Tertinggi

Total uang tunai yang dibawa mencapai sekitar Rp 5,2 miliar terdiri atas Rp 3,4 miliar pecahan Rp 100.000 dan Rp 1,8 miliar pecahan Rp 50.000.

Sebagian telah disalurkan ke ATM, sehingga uang yang terbakar diperkirakan Rp 4,6 miliar

Salah satu petugas pengawal polisi, Brigpol Verdi (32), sempat mencium bau bensin di dalam mobil setelah pengisian BBM, namun tak ditemukan kebocoran.

Tak lama kemudian, api muncul dari jok tengah dan dengan cepat membesar. Sopir bernama Surya (31) berhasil menepi dan keluar dari mobil.

Baca Juga: Wajah Baru Literasi Anak Muda: dari Buku ke TikTok Edukasi

Namun uang tunai yang dibawa tidak sempat diselamatkan karena kunci kontak tertinggal dalam kabin kendaraan.

Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Budi Adi, mengungkap bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah bocornya bahan bakar atau korsleting listrik.

Saat ini petugas masih melakukan olah TKP dan pemeriksaan lanjutan.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Tinambung dan Campalagian diterjunkan ke lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 12.50 Wita.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Peristiwa terbakarnya mobil pengangkut uang itu menimbulkan banyak tanda tanya besar.

Terkait standar keamanan dan prosedur operasional lembaga keuangan dalam mengelola pengangkutan dana tunai.

Publik bertanya tanya, bagaimana mungkin sebuah kendaraan yang dirancang khusus untuk membawa uang dalam jumlah besar.

Baca Juga: Grand Opening K Mall: Babak Baru Gaya Hidup Urban di Menara Jakarta

Bisa hangus total dalam waktu singkat, tanpa ada upaya penyelamatan yang efektif?

Pertanyaan lain yang muncul adalah apakah kendaraan tersebut telah memenuhi prosedur pengawalan ketat, sistem keamanan berlapis.

Dan kelayakan teknis sesuai standar operasional perbankan dan jasa logistik keuangan.

Kecurigaan ini semakin menguat karena skala kerusakan yang tidak biasa.

Baca Juga: Viral Modus Baru Bikin Ngeri Pencuri Menyamar Jadi Teknisi Internet dan Bobol Rumah Warga Bekasi

Sementara sejumlah laporan menyebutkan nilai uang yang diangkut mencapai miliaran rupiah.

Kondisi tersebut memicu gelombang spekulasi di media sosial.

Banyak pengguna internet menilai ada kejanggalan dalam insiden itu.

Menganggap kejadian tersebut tidak sepenuhnya wajar dan mungkin menyimpan faktor non-teknis di baliknya.

Komentar warganet di berbagai platform menunjukkan tingginya rasa tidak percaya terhadap sistem pengamanan keuangan.

Apalagi ketika insiden yang seharusnya transparan justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban.

Unggahan unggahan yang menyebut “ada yang aneh” dalam kasus ini menjadi viral dan memperluas tekanan publik terhadap lembaga terkait agar memberikan klarifikasi terbuka.

Kasus ini menyoroti betapa pentingnya evaluasi ulang terhadap sistem keamanan pengangkutan uang.

Mulai dari kondisi fisik kendaraan, pelatihan petugas pengawalan, hingga tata kelola komunikasi krisis.

Baca Juga: Ketua DPRD Karawang Apresiasi Aksi Damai Buruh, Siap Evaluasi Perbup Magang dan Bahas Usulan Kenaikan Upah 10%

Tanpa transparansi dan audit menyeluruh, insiden seperti ini dapat menurunkan kepercayaan publik.

Terhadap lembaga keuangan dan membuka ruang bagi spekulasi liar yang merugikan semua pihak.

Hingga saat ini, belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah internal dan audit yang akan dijalankan pasca-kejadian.

Sementara kepolisian dan pihak jasa pengangkut uang Swadaya Sarana Informatika (SSI).

Baca Juga: SKTP Sudah Terbit 27 Oktober, tapi TPG Belum Cair Juga! Ada Apa Sebenarnya?

Disebut melakukan pendataan bersama untuk menghitung kerugian dan mengkaji prosedur.

Kebakaran mobil pengangkut uang bank plat merah di jalan utama Kabupaten Polman membawa kerugian besar dan mengangkat alarm terhadap sektor keamanan uang tunai nasional.

Tidak hanya soal kerugian uang, insiden ini menuntut evaluasi menyeluruh terhadap prosedur, pengawalan, dan infrastruktur logistik keuangan.

Jika sistem aman dan profesional, maka kejadian semacam ini seharusnya bisa dicegah.***