POJOKSATU.id- Suasana tenang di Kampung Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, mendadak berubah gaduh pada Senin (22/12) sore.
Warga yang tengah beraktivitas di sekitar persawahan tiba-tiba dikejutkan oleh kemunculan seekor buaya berukuran besar yang merayap di area sawah dekat rumah penduduk.
Dalam hitungan menit, kabar itu menyebar cepat dan membuat warga berhamburan karena takut hewan buas itu mendekat ke permukiman.
Baca Juga: MBG Tetap Jalan Saat Ramadan, Kepala BGN Ungkap Skema Makan Sembunyi-sembunyi di Sekolah
Beberapa warga yang pertama kali melihat langsung panik dan langsung melaporkan kejadian itu kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi.
Tak lama setelah laporan masuk, Tim Rescue Damkar melaju ke lokasi sambil membawa peralatan khusus untuk mengevakuasi binatang berbahaya.
Saat petugas datang, buaya masih berada di tengah sawah, sesekali bergerak agresif dan membuat warga yang menonton dari kejauhan menahan napas.
Baca Juga: MBG Tetap Jalan Saat Ramadan, Kepala BGN Ungkap Skema Makan Sembunyi-sembunyi di Sekolah
Evakuasi tak bisa dilakukan sembarangan karena ukuran buaya cukup besar dan gerakannya sulit ditebak.
Namun Tim Rescue A Regu 2 dan 3 yang diturunkan kali itu langsung menyusun strategi agar pengamanan bisa dilakukan tanpa memicu serangan mendadak.
Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan selama hampir dua setengah jam, mulai pukul 14.45 WIB hingga sekitar 17.10 WIB.
Baca Juga: Viral Rumah Warga Terkepung Lumpur, Video Pembersihan Banjir di Aceh Bikin Netizen Ikut Sesak
Sesekali buaya mencoba melawan ketika hendak diikat, membuat warga yang menyaksikan spontan berteriak kaget.
Namun berkat koordinasi matang dan ketangkasan petugas, hewan predator itu akhirnya berhasil dilumpuhkan tanpa satu pun korban terluka.
Belakangan terungkap fakta mengejutkan.
Camat Bantargebang, Cecep Miftah Farid, memastikan bahwa buaya tersebut bukan berasal dari alam liar, melainkan peliharaan warga bernama Jainudin.
Hewan itu diduga lepas dari kandang setelah pemiliknya lengah.
Baca Juga: Siswi SD Habisi Ibu Kandung di Medan Sering Dapat Perlakuan Kasar di Rumah, Kondisi Ortu Berkonflik
Informasi ini membuat warga semakin tercengang, sebab tak menyangka ada hewan predator sebesar itu dipelihara di lingkungan padat penduduk.
Setelah berhasil diamankan, buaya tersebut sempat dibawa kembali ke rumah pemiliknya untuk pengecekan.
Namun keputusan akhir dibuat setelah mempertimbangkan keamanan warga dan kelayakan penanganan.
Buaya itu kemudian diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk perawatan dan pengawasan lebih profesional.
Meski situasi kini kembali normal, warga mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut.
Banyak yang tak menyangka bahwa seekor buaya bisa berkeliaran bebas di sekitar pemukiman.
Baca Juga: MBG Tetap Jalan Saat Ramadan, Kepala BGN Ungkap Skema Makan Sembunyi-sembunyi di Sekolah
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat bagi warga yang memelihara satwa berbahaya.
Hingga berita ini diturunkan, BKSDA tengah melakukan pendataan dan memastikan kondisi buaya tersebut.
Sementara warga Cikiwul berharap insiden serupa tidak terulang lagi dan lingkungan mereka tetap aman dari ancaman satwa liar maupun peliharaan yang berpotensi berbahaya.***




