POJOKSATU.id, Sejumlah kendala teknis pada kereta rel listrik (KRL) buatan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA mendapat perhatian serius dari PT Kereta Api Indonesia (Persero).

KAI meminta agar berbagai persoalan yang muncul segera diselesaikan melalui evaluasi dan perbaikan menyeluruh untuk memastikan operasional Commuter Line tetap berjalan dengan aman dan nyaman.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa gangguan perjalanan, khususnya ketika jam sibuk, berpotensi menghambat mobilitas masyarakat yang menggunakan KRL sebagai transportasi sehari-hari.

Bobby menegaskan, setiap masalah pada sarana kereta yang berdampak terhadap perjalanan pelanggan harus segera ditangani dengan prosedur pemeriksaan dan evaluasi yang terarah, disertai tindak lanjut yang terukur.

"Kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan ketika perjalanan terganggu, terlebih pada jam sibuk saat kebutuhan mobilitas sangat tinggi. Kami menangani kendala pada KRL INKA ini dengan serius. Layanan kepada masyarakat harus tetap terjaga, aman, dan nyaman," ujar Bobby.

Ia mengungkapkan bahwa KAI telah meminta INKA melakukan pemeriksaan mendalam terhadap berbagai persoalan teknis yang ditemukan pada rangkaian KRL CLI-225.

Sebagai pihak yang memproduksi sarana tersebut, INKA diharapkan menjalankan langkah perbaikan berdasarkan hasil pemeriksaan teknis dan evaluasi yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Bobby, penyelesaian gangguan harus disertai penelusuran penyebab mendasar agar tindakan perbaikan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan mampu mencegah masalah serupa terulang.

"Kami membutuhkan tindak lanjut yang cepat dan tuntas. Setiap kendala harus diketahui akar masalahnya, kemudian diselesaikan dengan langkah korektif yang tepat. KAI akan terus mengawal proses ini sampai keandalan rangkaian benar-benar dapat dijaga dalam operasional," lanjutnya.

Bobby juga menyebut pengembangan industri kereta api nasional harus berjalan seiring dengan upaya mempertahankan standar kualitas sarana.

Terlebih, kereta yang diproduksi digunakan secara langsung untuk menunjang kebutuhan transportasi masyarakat.

"Kami mendukung kemajuan industri perkeretaapian nasional. Namun, ketika sebuah sarana sudah digunakan untuk membawa masyarakat setiap hari, standar keselamatan dan keandalannya harus dijaga secara konsisten. Ini adalah hal yang kami minta kepada INKA untuk dipastikan," tegas Bobby.

Di sisi lain, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menerangkan bahwa tujuh rangkaian atau trainset KRL iE305/CLI-225 produksi INKA sebelumnya telah mengikuti tahapan pemeriksaan dan perawatan besar.

Program tersebut rampung untuk seluruh rangkaian pada 5 Oktober 2026.

Selanjutnya, mulai 6 Oktober 2026, ketujuh trainset kembali dikerahkan untuk menunjang operasional Commuter Line Bogor.

Kendati telah menyelesaikan perawatan dan kembali melayani penumpang, KAI tidak menghentikan pengawasan terhadap kondisi kereta.

Perusahaan terus mencatat berbagai temuan selama rangkaian digunakan dan berkoordinasi dengan INKA untuk memastikan setiap persoalan memperoleh penanganan.

Anne mengakui bahwa sejumlah catatan terkait kondisi teknis masih ditemukan setelah rangkaian KRL CLI-225 kembali masuk dalam pelayanan reguler.

"Masih terdapat beberapa catatan teknis setelah rangkaian kembali beroperasi. Seluruh temuan tersebut kami sampaikan kepada INKA untuk ditangani. Tim KAI terus melakukan pemantauan agar setiap tindak lanjut dapat diuji langsung melalui performa rangkaian dalam pelayanan," kata Anne.

Ia menambahkan, upaya menjaga kondisi dan performa kereta menjadi semakin krusial karena jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek terus mengalami pertumbuhan.

Data KAI menunjukkan jumlah pelanggan Commuter Line Jabodetabek mencapai 270.891.261 orang selama periode Januari-September 2026.

Capaian tersebut bertambah 6,02 persen dibandingkan sembilan bulan pertama 2025 yang mencatat 255.520.949 pelanggan.

Menyikapi gangguan yang dialami sebagian pengguna, KAI turut menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan yang perjalanannya terdampak.

Perusahaan memastikan pemantauan terhadap rangkaian KRL buatan INKA tetap dilakukan secara intensif guna menjaga kualitas layanan.

Anne menegaskan, setiap persoalan teknis yang teridentifikasi akan terus dikomunikasikan kepada INKA sebagai produsen agar dapat segera diperbaiki.

Hasil dari setiap tindakan korektif juga akan menjadi bagian dari evaluasi untuk memastikan peningkatan kinerja kereta.

"Ukuran akhirnya sederhana yaitu rangkaian harus andal saat digunakan melayani pelanggan. Karena itu, setiap catatan teknis harus selesai, setiap perbaikan harus terbukti hasilnya, dan layanan kepada masyarakat harus tetap terjaga. KAI akan terus mengawal hal tersebut," tutup Anne.***