CIREBON, POJOKSATU.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mulai mengoperasikan enam gardu jalur perlintasan langsung (JPL) untuk memperkuat keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Dari total 27 titik prioritas pada 2026, sebanyak 21 titik lainnya masih dalam proses pembangunan.
Pengoperasian enam gardu tersebut menjadi bagian dari percepatan peningkatan fasilitas keselamatan perlintasan sebidang, sekaligus tindak lanjut rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Vice President Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto, mengatakan pembangunan dan pengoperasian gardu JPL dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas, personel, serta kondisi teknis di setiap lokasi.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional kereta api. Pengoperasian enam Gardu JPL baru ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat pengamanan di perlintasan sebidang yang menjadi titik prioritas,” kata Sigit dalam keterangan pers, Jumat (16/10/2026).
Enam gardu yang telah beroperasi tersebar di sejumlah lintasan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon. Lokasinya meliputi JPL 210 pada lintas Cirebonprujakan-Luwung, JPL 341 dan JPL 339 pada lintas Waruduwur-Cirebonprujakan, JPL 328 dan JPL 331 pada lintas Babakan-Waruduwur, serta JPL 180 pada lintas Arjawinangun-Bangoduwa.
Sementara itu, pembangunan gardu di 21 titik lainnya masih berlangsung. Program tahun 2026 tersebut mencakup 27 titik prioritas yang tersebar di empat daerah, yakni 18 titik di Kabupaten Cirebon, tiga titik di Kabupaten Subang, empat titik di Kabupaten Indramayu, dan dua titik di Kabupaten Brebes.
108 Petugas Jaga Lintasan Lulus Sertifikasi
Selain membangun infrastruktur, KAI Daop 3 Cirebon juga memperkuat kesiapan sumber daya manusia untuk mendukung pengamanan perlintasan sebidang.
Hingga saat ini, sebanyak 108 Petugas Jaga Lintasan (PJL) telah dinyatakan lulus sertifikasi kompetensi dan ditugaskan untuk mendukung operasional pengamanan perlintasan.
Menurut Sigit, keberadaan fasilitas yang memadai harus diimbangi dengan kesiapan petugas yang memiliki kompetensi sesuai tugasnya.
“Penyelesaian fasilitas perlu berjalan beriringan dengan kesiapan petugas. Setiap gardu yang memasuki tahap operasional membutuhkan personel yang memiliki kompetensi sesuai tugas pengamanan perlintasan, sehingga fungsi keselamatan di lapangan dapat berjalan secara konsisten,” ujarnya.
Untuk memastikan perkembangan pembangunan, Direktur Operasi, Prasarana, dan Keselamatan Area 1 KAI, Awan Hermawan Purwadinata, bersama Direktur Utama KAI Properti, Mohamad Ramdany, serta Vice President Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto, meninjau pembangunan gardu JPL 341 di lintas Waruduwur-Cirebonprujakan dan JPL 210 di lintas Cirebonprujakan-Luwung.
Pembangunan menggunakan gardu modular beserta fasilitas pendukung yang dikerjakan secara bertahap sesuai kondisi teknis dan kesiapan masing-masing lokasi sebelum memasuki tahap operasional.
KAI Daop 3 Cirebon mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keselamatan ketika melintasi perlintasan sebidang. Pengguna jalan diminta mematuhi rambu dan marka, mendahulukan perjalanan kereta api, serta memastikan kondisi kanan dan kiri aman sebelum melintas.
Masyarakat juga diimbau mengikuti arahan petugas dan turut menjaga fasilitas gardu JPL yang telah dibangun.
Upaya peningkatan keselamatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pengamanan perlintasan sebidang, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan yang melibatkan kereta api dan pengguna jalan.(*)





