CIREBON, POJOKSATU.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon menata sejumlah area strategis di Stasiun Cirebon untuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menghadirkan pengalaman kedatangan yang lebih berkesan bagi penumpang dan wisatawan.

Penataan tersebut meliputi plaza atau halaman depan stasiun, selasar, hingga pintu keluar utara. Pembenahan dilakukan dengan memadukan konsep modern, kenyamanan ruang publik, serta unsur budaya khas Cirebon.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan stasiun memiliki peran penting sebagai wajah pertama sebuah kota yang dijumpai masyarakat saat tiba menggunakan kereta api.

Menurutnya, fungsi stasiun kini tidak hanya sebagai simpul transportasi, tetapi juga menjadi ruang publik yang mampu merepresentasikan karakter daerah.

“Stasiun merupakan titik pertama yang mempertemukan pelanggan dengan sebuah kota. Karena itu, kami ingin menghadirkan Stasiun Cirebon sebagai ruang yang nyaman, tertata, modern, sekaligus memiliki karakter budaya yang kuat,” ujar Muhibbuddin, Minggu (18/10/2026).

Salah satu bagian yang mendapat perhatian adalah plaza stasiun. Area tersebut ditata agar lebih rapi dan representatif sebagai ruang penyambutan bagi penumpang yang datang maupun meninggalkan kawasan stasiun.

Pembenahan juga menyasar selasar atau lorong stasiun. Area ini mengusung desain modern dengan dukungan pencahayaan untuk menunjang kenyamanan serta kelancaran mobilitas penumpang.

Sementara itu, pintu keluar utara menjadi salah satu bagian yang menonjolkan perpaduan budaya lokal dan teknologi modern. Unsur budaya Cirebon dihadirkan untuk memperkuat identitas visual stasiun, sedangkan sistem pencahayaan berbasis sensor diterapkan sebagai bagian dari upaya efisiensi penggunaan energi listrik.

Muhibbuddin menilai, penguatan identitas lokal penting dilakukan dalam pengembangan fasilitas transportasi, terutama di daerah yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya seperti Cirebon.

Kehadiran unsur budaya dalam desain stasiun diharapkan tidak sekadar memperindah tampilan, tetapi juga memperkenalkan karakter daerah kepada masyarakat dari berbagai wilayah.

“Kami ingin Stasiun Cirebon memiliki ciri khas yang membedakannya dari stasiun lain. Perpaduan budaya Cirebon dan teknologi modern menjadi wujud bagaimana identitas lokal dapat dihadirkan dalam fasilitas transportasi yang terus berkembang,” katanya.

Penataan Stasiun Cirebon juga diarahkan untuk mendukung pengembangan pariwisata daerah. Sebagai salah satu pintu masuk wisatawan, kondisi dan suasana stasiun dinilai dapat memengaruhi kesan awal pengunjung terhadap Kota Cirebon.

Kota Cirebon memiliki beragam destinasi wisata, mulai dari keraton dan bangunan bersejarah, seni batik, kuliner khas, hingga tradisi budaya yang masih berkembang di tengah masyarakat.

Dengan lingkungan stasiun yang semakin tertata dan identitas budaya yang lebih kuat, KAI Daop 3 berharap pengalaman kedatangan penumpang dapat menjadi bagian dari daya tarik perjalanan wisata.

“Kami melihat Stasiun Cirebon memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri. Ketika wisatawan tiba, mereka tidak hanya datang ke sebuah tempat untuk melanjutkan perjalanan, tetapi juga mulai mengenal karakter Cirebon melalui suasana stasiunnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, penataan tersebut merupakan bagian dari upaya KAI meningkatkan kualitas pelayanan dengan memperhatikan kenyamanan pelanggan, estetika lingkungan, pemanfaatan teknologi, serta pelestarian identitas budaya daerah.

KAI Daop 3 Cirebon berharap Stasiun Cirebon semakin dikenal sebagai gerbang wisata yang mampu memberikan kesan positif bagi pengunjung sekaligus mendorong minat wisatawan untuk menjelajahi berbagai destinasi di Cirebon dan sekitarnya.

Dengan demikian, keberadaan stasiun diharapkan tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perkembangan pariwisata dan kebanggaan daerah.***