POJOKSATU.id, JAKARTA -- Aliansi Peduli Masyarakat Sorong (APMS) menganggap Penjabat (Pj) Bupati Sorong Yan Piet Mosso tak mampu mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong.

APMS mengaku setuju dengan pernyataan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang menilai KEK Sorong Papua Barat Daya tak menunjukkan perkembangan pembangunan yang signifikan selama kepemimpinan Pj Bupati Yan Piet Mosso.

"Kami sangat kecewa karena sampai hari ini Pj Bupati Yan Piet Mosso tidak mampu merealisasikan janjinya untuk mengembangkan sumberdaya yang ada,” kata Koordinator APMS, Ari Syahputra kepada wartawan, Selasa (8/8/2023).

Baca Juga: PAN Tutup Pintu Dukung Anies Baswedan, Pilih Capres yang Dukung Pemerintahan Jokowi

“Sebab, sebagai wilayah strategis dengan sumber daya alam yang melimpah, KEK Sorong memiliki potensi untuk menjadi pusat ekonomi dan investasi yang menjanjikan," katanya lagi.

Syahputra menegaskan, Yan Piet Mosso tidak layak lagi menjadi Pj Bupati Sorong. Sebab, selama masa kepemimpinannya proyek-proyek pembangunan di KEK Sorong tidak berjalan sesuai dengan harapan.

Hal ini akhirnya membangun kekhawatiran potensi kabupaten Sorong tersebut akan terbuang sia-sia.

"Kami telah memberikan kesempatan kepada Pj Bupati untuk membuktikan kualitas kepemimpinannya dalam mengelola KEK Sorong, setelah melihat dampak buruk dari kebijakan-kebijakan yang diambilnya,” katanya.

Baca Juga: Polda Metro Terima Laporan Dugaan Pelecehan Finalis Miss Universe Indonesia Natasha

“Kami yakin Yan Piet Mosso tidak mampu memajukan daerah ini,” tegas dia.

Sebagai informasi, luas lahan KEK Sorong mencapai 523,70 hektare. Sementara itu, lahan yang sudah dibebaskan sebesar 338,50 hektare atau 64,64 persen.

Sayangnya, di masa kepemimpinan PJ Bupati Yan Piet Mosso, lahan yang dimanfaatkan baru sekitar 37,28 hektare atau 7,12 persen.

APMS juga menyoroti kurangnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran pembangunan di KEK Sorong.

Seperti diketahui, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menunjukkan kekecewaannya saat mengunjungi KEK Kabupaten Sorong pada Jumat (4/8) lalu.

Menteri Bahlil menyebut KEK Sorong belum memperlihatkan perkembangan signifikan terkait pembangunan.

“Saya tidak melihat pelabuhannya. Saya ke sini, sudah dua kali. Dan setelah kita lihat pertama, belum ada perkembangan signifikan,” ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal itu.***