POJOKSATU.id – Sosok Joao Angelo De Sousa Mota mendadak kembali diperbincangkan publik setelah polemik impor 105.000 unit mobil pikap mencuat dan memicu tarik ulur antara DPR dan pemerintah.

Nama Joao tidak muncul dalam proses impor tersebut, namun rekam jejaknya sebagai Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menjadi konteks penting dalam membaca situasi panas yang terjadi belakangan ini.

Joao bukan figur sembarangan. Ia pernah menerima penghargaan Dharma Pertahanan Madya.

Baca Juga: Viral! Sopir Truk CPO Terobos Barikade Jembatan Bailey Kutablang, Diduga Ancam Tabrak Petugas

Sebuah apresiasi yang diberikan Kementerian Pertahanan kepada tokoh yang dinilai memberi kontribusi terhadap ketahanan dan kedaulatan negara.

Di lingkungan kementerian maupun BUMN, nama Joao dikenal sebagai profesional dengan latar belakang panjang di sektor konstruksi, pertanian, peternakan, hingga industri kreatif.

Namun profil yang terlihat mengilap itu tak berbanding lurus dengan perjalanan singkatnya di Agrinas.

Baca Juga: Terkuak! Ini Fakta Anggaran Bahan Makanan MBG yang Sebenarnya, Bukan Rp15 Ribu tapi Rp8 Ribu dan Rp10 Ribu

Ia resmi memimpin Agrinas pada Februari 2025, dan hanya enam bulan kemudian, tepatnya 11 Agustus 2025, Joao memutuskan mundur.

Alasannya cukup mengejutkan. Ia menyebut perusahaan tidak memiliki dukungan anggaran memadai, birokrasi internal berbelit, dan minimnya ruang eksekusi untuk program strategis.

Pernyataannya saat itu menimbulkan gelombang tanya di internal BUMN pangan apa sebenarnya yang terjadi di tubuh Agrinas?

Baca Juga: Masjid Mungsolkanas, Saksi Sunyi Cihampelas Sejak 1869 yang Lebih Tua dari Masjid Cipaganti

Kini, ketika isu impor triliunan rupiah menjadi sorotan nasional, publik kembali menoleh pada rekam jejak Joao.

Mereka mengingat kritiknya tentang hambatan sistemik di tubuh perusahaan yang ia sebut sebagai faktor utama kegagalannya menjalankan program jangka panjang.

Apalagi impor masif yang dilakukan saat ini menuntut tata kelola perusahaan yang rapi, pendanaan jelas, dan manajemen risiko yang kuat.

Penundaan impor yang diminta DPR memperlebar ruang diskusi.

Banyak pihak mempertanyakan apakah persoalan yang dihadapi Agrinas hari ini merupakan bayang-bayang dari persoalan yang dulu membuat Joao menyerah.

Baca Juga: Terkuak! Ini Fakta Anggaran Bahan Makanan MBG yang Sebenarnya, Bukan Rp15 Ribu tapi Rp8 Ribu dan Rp10 Ribu

Reputasinya sebagai profesional multisektoral justru membuat publik semakin ingin tahu.***