POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Sosok Dedi Mulyadi seperti ‘Magnet’ ditengah-tengah masyarakat, kehadirannya dimanapun berada selalu tumpah ruah dihadiri puluhan ribu masyarakat yang ingin melihat secara langsung sosok Dedi Mulyadi.

Rakyat selalu rindu kehadirannya, karena kepedulian Dedi yang selalu membantu masyarakat kurang mampu dimanapun dan kapanpun. Sosok pejabat yang tidak selalu membantu rakyatnya, bahkan rela keluar dari mobil mewahnya hanya untuk memungut sampah di jalanan.

Fenomena Dedi ini merupakan angin segar bagi Partai Gerindra, untuk menangkap popularitas dan elektabilitas memanfaatkan secara maksimal karena setiap kehadirannya ada puluhan ribu masyarakat yang berbondong-bondong ingin melihat secara langsung sosok Dedi Mulyadi.

Pasaca dirinya (Dedi Mulyadi) mundur dari Golkar kemudian bergabung dengan Gerindra, merupakan peluang besar dan cukup signifikan untuk menggiring masa untuk membesarkan partai Gerindra.

Bahkan tidak menutup kemungkinan kemengan partai Gerindra di Pemilu 2024 yang akan datang berpeluang sangat besar setelah bergabungnya Dedi Mulyadi, tidak menutup kemungkinan pemilihan presiden nanti yang menang dari Gerindra yaitu Pravowo Subianto.

Dalam dua pekan ini, dua daerah dikunjungi oleh Dedi Mulyadi dua tempat kunjungan safari budaya itu menyedot puluhan ribu masyarakat dari berbagai pelosok daerah di tempat tersebut.

Baca Juga : Ada Yang Panik Saat Dedi Mulyadi Mundur Dari Golkar, Sekali Layar Terkembang Surut Berpantang Media Sosial Dedi Langsung Banjir Dukungan

Pekan Kemarin kunjungan safari budaya dilakukan di wilayah Sukabumi, antusiasme masyarakat sampai membludak hingga puluhan ribu orang yang ingin melihat secara langsung kehadiran Dedi Mulyadi diacara tersebut.

Pekan ini, puluhan ribu warga kembali tumplek di Lapangan Sepakbola Kayujaran, Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis 'mengepung' Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Kehadiran KDM pada Jumat, 2 Juni 2023, untuk memenuhi janjinya pada warga yang rindu menyaksikan Safari Budaya Kang Dedi Mulyadi bersama rombongan seni dan komedian Ceu Piyah.

Kades Saguling Otong Sutarman alias Kuwu Edan dalam sambutannya mengatakan KDM adalah sosok inspiratif untuknya. Bahkan ia kini banyak belajar dari sosok KDM untuk lebih baik membangun desanya.

Ia pun menceritakan saat berkunjung ke rumah KDM di Lembur Pakuan. Di sana ia belajar banyak mengenai pertanian yang memanfaatkan berbagai hal seperti kotoran ternak hingga sampah dapur menjadi pupuk organik.

"Hal paling kecil yang bikin saya malu adalah kalau Kang Dedi turun dari mobil selalu memungut sampah di jalan, itu yang akan saya ikuti, biasakan. Semoga warga saya juga bisa ikut membiasakan diri menjaga kebersihan," ujar Kuwu Edan.

Ia berharap setiap kehadiran KDM di manapun akan membawa manfaat bagi masyarakat tidak hanya untuk Saguling, tetapi Ciamis, Jawa Barat dan Indonesia.

Sementara itu Kang Dedi Mulyadi terharu dengan sambutan warga yang membuat lapangan sepakbola layaknya lautan manusia. Terlebih ini adalah Safari Budaya pertama di tahun ini.

Safari Budaya sendiri telah digelar sedikitnya di 2.500 desa sepanjang karir KDM. Ia sengaja berkeliling membawa ragam seni budaya khususnya Sunda yang memiliki adab dan peradaban luhur.

Di tengah acara KDM mengajak seorang pemuda disabilitas untuk naik ke atas panggung. Mulanya suasana penuh tawa menyelimuti lapangan saat KDM dan Ceu Piyah bersama Kuwu Edan berceloteh di atas panggung.

Baca Juga : Sah Dedi Mulyadi Nyalon DPR RI Dari Partai Gerindra, Dedi Do’akan Prabowo Jadi Presiden 2024

Namun di akhir acara warga yang datang dibuat menangis haru saat pemuda disabilitas bernama Dani yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir mendapat uang untuk modal hidup sebesar Rp 7 juta.

"Uang ini saya titipkan kepada Pak Kuwu sebagai modal Dani ke depan. Terserah nanti mau untuk apa, Pak Kuwu yang membimbing agar Dani memiliki usaha dan modal di kemudian hari," ucap KDM.

Selesai acara warga berebut untuk berfoto dengan KDM. Bahkan terlihat sejumlah warga histeris mengepung Kang Dedi karena ingin bertatap muka langsung. Warga tak henti-hentinya berebut untuk foto dan bersalaman hingga KDM masuk ke mobil.

Untuk mengobati rindu dan permintaan warga yang ingin berfoto, KDM pun keluar dari sunroof mobil hingga meninggalkan lokasi acara. Kemeriahan Safari Budaya pun dibagikan oleh Kang Dedi Mulyadi melalui akun media sosialnya.

Dalam unggahannya KDM berterima kasih atas antusias warga yang setia menyaksikan Safari Budaya hingga waktu menunjukkan pergantian hari.

"Mereka digerakkan oleh hati, dibangkitkan oleh rasa. Insya Allah #JawaBaratIstimewa dan #SudahSaatnya08," pungkas Kang Dedi Mulyadi. (Agung/pojoksatu)