POJOKSATU.id, JAKARTA—Candy alias Ken (41) yang badannya penuh tato ini bersama pengusaha asal Jambi, Dwi Hartono (39), terjerat dua kasus sekaligus.
Keduanya terlibat pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih Mohamad llham Pradipta. Kedua orang ini juga kasus pembobolan rekening dormant Rp 204 miliar di salah satu bank di Jawa Barat.
Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helfi Assegaf mengungkap garis merah kasus penculikan Ilham Pradipta dengan kasus pembobolan rekening dormant senilai Rp 204 miliar.
Baca Juga: Tersangka Ken Pernah Bertemu Kacab BRI Cempaka Putih Bahas Mesin EDC Sebelum Pembunuhan
"Dari sembilan pelaku di atas terdapat dua orang tersangka berinisial C alias K serta DH sebagai sindikat jaringan pembobolan dana nasabah yang menargetkan rekening dormant yang juga terlibat dalam kasus penculikan terhadap kacab yang saat ini ditangani oleh Dirreskrimum Polda Metro," kata Helfi di Baresrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (25/9/2025).
Berikut fakta-fakta Ken dan Dwi Hartono yang dirangkum Pojoksatu.id,
1. Candy Otak Pelaku 2 Kejahatan
Candy alias Ken bersama Dwi Hartono, Yohanes Joko, dan Antonius, merupakan otak penculikan dan pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih Mohamad Ilham Pradipta.
Candy juga menjadi otak pelaku pembobolan uang Rp 204 miliar dari rekening dormant di salah satu bank di Jawa Barat.
Baca Juga: 27 Tahun Ulang Tahun, Sudah Tahu Arti Google? Dari BackRub Hingga Raksasa Teknologi Dunia
2. Dwi Hartono Pencuci Uang
Dalam kasus pembobolan uang Rp 204 miliar dari rekening dormant di Jawa Barat, polisi menangkap 9 orang tersangka.
Sembilan tersangka terdiri dari 3 klaster kasus pembobolan rekening dormant.
Dwi Hartono berperan melakukan pencucian uang hasil pembobolan rekening dormant dari sindikat tersebut.
3. Ken Kerap Pakai Wig
Ken alias Candy pada mulanya ditangkap kasus pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih di Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara.
Saat ditangkap, Ken berlaku koperatif dan tak melakukan perlawanan. Di kamarnya polisi menemukan beberapa wig atau rambut palsu.
Dia mengaku kerap memakai rambut palsu karena kepalanya botak. Polisi pun menyita beberapa wig dari kamarnya.
4. Mengaku Satgas Perampasan Aset
Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helfi Assegaf, menyebut Candy alias Ken mengaku Satgas Perampasan Aset saat melakukan aksinya.
"Peran (C) selaku mastermind atau aktor utama dari kegiatan pemindahan dana tersebut dan mengaku sebagai satgas perampasan aset yang menjalankan tugas negara secara rahasia," ucap Helfi.
5. Rekening Dibobol Milik S
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Helfi Assegaf, mengungkap fakta sindikat Ken dkk cuma butuh 17 menit untuk menguras rekening dormant bernilai Rp 204 miliar itu.
“Untuk pemilik rekening tersebut, inisialnya S. Pengusaha tanah,” kata Helfi, Kamis (25/9/2025) di Bareskrim Polri.***




