POJOKSATU.id - Ada fakta menarik pasca keputusan Partai Nasdem pilih Muhaimin Iskandar cawapres Anies Baswedan.
Dimana Partai Demokrat yang bukan parpol pendukung pemerintah, kini dikepung 3 koalisi yang semuanya diisi parpol pendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Fakta Demokrat dikepung 3 koalisi parpol pendukung pemerintah itu diungkap pengamat politik dari Unpad, Firman Manan, kepada Pojoksatu.id, Jumat 31 Agustus 2023.
Baca Juga: Rekomendasi Kasur Empuk yang Nyaman Untuk Tubuh Lansia
"Pasca Nasdem ajak PKB gabung, 3 koalisi sekarang ini semuanya ada partai pendukung pemerintah saat ini, yang dipimpin Presiden Joko Widodo," ungkap Firman Manan.
Dari seluruh parpol tersebut, hanya ada 2 parpol yang bukan pendukung pemerintahan Jokowi.
"Hanya Demokrat dan PKS saja yang bukan partai pendukung pemerintah saat ini," sambung dia.
Baca Juga: Ribuan Warga Klaten Ramai-Ramai Pakai Kaos 'Thanks To Pak Ganjar'
Meski manuver politik saat ini cukup besar, Firman menilai kondisi itu masih mungkin dan bisa saja berubah lagi.
"Ini sangat menarik, bisa jadi akan berubah lagi sampai pada saatnya pendaftaran Pilpres 2024," kata dia.
Bahkan bukan tidak mungkin nantinya akan ada koalisi besar.
Baca Juga: Honorer Ganti Nama Jadi PPPK Part Time, Gajinya Berapa?
"Situasi hari ini, seperti yang dilakukan Nasdem, bukan tidak mungkin akan terjadi koalisi besar," ulas dia.
2 hal yang menarik untuk ditunggu pasca manuver Nasdem adalah langkah PKS dan Demokrat.
"Karena keduanya bukan partai pendukung pemerintah dan harus melakukan langkah politik ekstra di 2024 ini," terangnya.
Sementara hal kedua yang menarik untuk diikuti pasca manuver Nasdem, yakni pengumuman bakal cawapres dari kubu Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Baca Juga: 7 Inspirasi Desain Kamar Tidur Minimalis untuk Remaja Pria yang Nyaman
Ia memastikan bahwa kedua kubu koalisi ini akan saling terus memantau langkah dan komunikasi antarparpol yang dilakukan.
"Apalagi nama-nama bakal cawapres di 2 koalisi ini sudah banyak bermunculan di publik, tinggal menunggu diumumkan saja," kata dia.
Seperti di kubu Ganjar Pranowo, siapa yang akan mendampingi Gubernur Jateng di Pilpres 2024 tersebut masih belum bisa dipastikan.
Baca Juga: Demam Nikel
Sedangkan di kubu Prabowo, nama seperti Erick Thohir atau Airlangga Hartarto atau selain keduanya masih mungkin dipilih oleh Prabowo Subianto.
"Semuanya masih tentatif. Apakah akan ada koalisi besar yang dibentuk atau memang 3 koalisi ini saja yang muncul. Atau bahkan ada koalisi baru yang muncul," kata dia.
Terkait peluang, Firman Manan menyebut Demokrat sangat mungki bergabung dengan koalisi Prabowo Subianto atau koalisi Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Hasil Undian Liga Champions: Ini Grup Neraka Berdasarkan Nilai Skuad
Menurutnya, dengan kondisi politik kekinian, Demokrat bisa bergabung dengan 2 koalisi tersebut.
"Jika dilihat dari komunikasi politik, tak ada masalah bagi demokrat untuk masuk ke dua koalisi tersebut," terangnya.
Di kubu Prabowo, pertemuan antara SBY dan Prabowo beberapa bulan lalu kerap dilakukan keduanya, termasuk dengan AHY.
"Sangat mungkin dengan Prabowo dan tak ada masalah. Ini bisa saja dilakukan Demokrat menyikapi situasi politik hari ini," kata dia.
Baca Juga: Hasil Drawing Liga Champions Musim 2023/24: Ini 3 Grup Neraka
Sedangkan bersama koalisi Ganjar Pranowo, hal ini yang ditunggu masyarakat.
Dimana hal itu sekaligus menjadi rekonsiliasi antara PDIP dan Demokrat yang sudah terjadi sejak berpuluh tahun lalu.
"Adanya pertemuan Puan Maharani dan AHY, lalu pernyataan SBY soal rekonsiliasi bersama Megawati, itu membuat masyarakat juga menunggu," bebernya.
Baca Juga: Hasil Undian Liga Champions: PSG dan Milan Masuk Grup Neraka, Man City Ditantang 3 Kuda Hitam
"Dimungkinkan dengan koalisi Ganjar pun Demokrat bisa masuk dengan kesepakatan yang dijalin," tandasnya.***



