POJOKSATU.ID- Tak tertarik dengan lawan jenis, alasan seorang Ustaz melakukan pelecehan seksual ke 30 anak laki-laki di Ciledug

Belakangan diketahui, ustad pecinta sesama jenis ini sempat menikah selama sebulan namun tak bertahan lama, karena istrinya tak tahan dianggurin alias tak disentuh sama sekali.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu saksi yang mengatakan usia pernikahan ustaz bejad berinisal W hanya bertahan sebulan.

Sejauh ini korban ustaz asal Ciledug berinisial W (40) yang diduga melakukan pelecehan seksual yang menyimpamg sebanyak 30 anak laki- laki.

Perbuatan bejatnya itu diketahui sudah berlangsung sejak tahun 2000 silam

Baca Juga: Alvin Biru

Saksi dan sekaligus korban inisial F mengatakan, terduga pelaku melakukan aksinya di sebuah majelis taklim, sebuah rumah yang dijadikan tempat belajar mengajar.

“Berdasarkan catatan ada 30 orang. Kalau dihitung dari temen-teman saya (korban),” kata F, dikutip, 5 Januari 2025.

F mengaku, rata-rata korbannya anak-anak sekolah jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Awalnya, korban-korbannya tuh belum ada yang berani buat speak up (berbicara)," ucapanya.

Diketahui, W sempat diceraikan istrinya, padahal umur pernikahanya baru satu bulan.

Baca Juga: Sebut Jokowi Pemimpin Terkorup, Tim Hukum Merah Putih Nilai OCCRP Sebagai NGO Abal-abal

“Pokoknya yang saya tau, nikah gak sampe sebulan terus cerai,” kata Saksi sekaligus korban, F (18) saat dikonfirmasi Minggu, 5 januari

F mengaku tidak terlalu mengingat waktu percerainnya. Namun, informasi terkait ustaz ini cerai memang tersebar luas dikalangan warganya.

"Udah lama pokoknya mas. Soal tahunnya lupa saya,"katanya.

Ia menyebut terduga pelaku diceraikan oleh istrinya.

Pelaku diketahui memiliki penyimpangan seksual. Alhasil pelaku tidak pernah berhubungan intim dengan istrinya saat itu.

“Istrinya gak disentuh-sentuh (atau tidak pernah berhubungan intim),” ujarnya.

Baca Juga: Jangan Panik Nomor Serdik Tak Muncul di InfoGTK? Ini Penyebab dan Solusinya!

Diberitakan sebelumnya, seorang remaja berinisial F (18) menjadi korban pelecehan oleh ustaz berinisial W (40).

Peristiwa itu terjadi di rumah pelaku yang dijadikan tempat majelis di kawasan Sudimara, Ciledug, Kota Tangerang

F menceritakan kejadian itu bermula pada saat usianya masih 11 tahun atau 6 SD. Di mana dirinya belum dapat berbuat dan melakukan perlawanan.

Kala itu, proses belajar mengaji telah rampung digelar. Namun, dirinya diajak ke toilet oleh pelaku, disitulah aksi bejat ustaz bermula.

"Saya dilecehin, dipegang-pegang kemaluannyanya sampai mengeluarkan cairan," ujar F saat dikonfirmasi awak media, dikutip Senin, 30 Desember 2024.