POJOKSATU.id, MEDAN—Erupsi Gunung Sinabung yang terjadi sejak Senin siang (31/8) berakibat pada batalnya sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu (KNO) Deli Serdang, Sumut.

Sebanyak 21 penerbangan telah dibatalkan sejak Senin hingga Selasa (1/9). Bahkan Bandara KNO sempat dinonaktifkan sementara pada Selasa (1/9/2026) antara pukul 10.25 WIB hingga 12.45 WIB.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) dengan kolom abu vulkanik mencapai ketinggian 3,5 kilometer.

Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat, mengatakan sebaran abu vulkanik berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Kualanamu.

Baca Juga: Belajar Konflik 2025, NU Ubah Pemilihan Ketum PBNU via AHWA, Tenyata Nuh Sosok Perancangnya

Sejumlah maskapai melakukan penyesuaian operasional berupa keterlambatan, perubahan jadwal hingga pembatalan penerbangan, baik pada rute domestik maupun internasional.

“Seluruh penyesuaian dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan,” kata Hikmat, Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan data sementara, terdapat 21 penerbangan dari dan menuju Kualanamu yang dibatalkan sejak Minggu hingga Selasa (1/9).

“Jumlah penerbangan terdampak masih bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik serta keputusan operasional masing-masing maskapai,” jelasnya.

Baca Juga: Sejarah Universitas Hang Tuah, Berawal dari Tekad TNI AL Membangun Perguruan Tinggi Kelautan

Dampak erupsi Gunung Sinabung juga membuat operasional Bandara Internasional Kualanamu sempat dihentikan sementara.

Hikmat mengatakan, penutupan sementara aerodrome Bandara Internasional Kualanamu dilakukan pada Selasa (1/9/2026) mulai pukul 10.50 WIB hingga 12.45 WIB.

“Dampak abu vulkanik Gunung Sinabung. Informasi tersebut bersifat dinamis dan dapat diperbarui menyesuaikan perkembangan kondisi terkini,” tambahnya.

Sebelumnya, Bandara juga menginformasikan situasi ini melalui akun media sosialnya.

"Sehubungan dengan aktivitas erupsi Gunung Sinabung, kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan kepada maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara," demikian bunyi unggahan resmi Instagram @kualanamu.airport, Selasa (1/9/2026).

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengonfirmasi bahwa status aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo saat ini telah meningkat menjadi Level III atau siaga.

Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai oleh masyarakat di sekitar kawasan gunung api tersebut.

Selain peningkatan status, dampak erupsi juga mulai dirasakan di sejumlah wilayah, terutama akibat sebaran abu vulkanik yang terbawa arah angin menuju permukiman warga.

Berdasarkan pemantauan terbaru, Gunung Sinabung yang memiliki ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut kembali mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.17 WIB.***