POJOKSATU.id - Fakta baru kembali muncul dalam penyelidikan kematian diplomat Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan.

Kuasa hukum keluarga mengungkap bahwa pihak kepolisian menemukan empat sidik jari menempel pada lakban kuning yang digunakan untuk membungkus wajah korban.

Dari empat sidik jari tersebut, hanya satu yang teridentifikasi sebagai milik Arya, sementara tiga lainnya belum diketahui pemiliknya.

Baca Juga: TPG TW 4 ASN Sudah Mulai Mengalir, Tapi Kenapa Banyak yang Hanya Terima 2 Bulan?

Temuan ini menambah panjang daftar kejanggalan dalam kasus yang sejak awal memicu perhatian publik.

Sebelumnya, Arya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah kamar indekos di Menteng, Jakarta Pusat.

Tubuhnya terlilit lakban berlapis, terutama di area wajah, yang dinilai tidak lazim dilakukan oleh seseorang dalam kondisi sadar dan tanpa intervensi pihak lain.

Baca Juga: Viral! Pemotor Lawan Arah Ngamuk dan Pukul Pengendara di Lebak Bulus, Polisi Dinilai Terlambat Bertindak

Kuasa hukum keluarga, dalam keterangannya, menilai bahwa keberadaan tiga sidik jari asing tersebut menunjukkan adanya potensi aktivitas orang lain di lokasi sebelum atau sesudah kematian.

Mereka meminta penyidik membuka identitas pemilik sidik jari dan memastikan apakah sidik jari itu berasal dari satu orang atau lebih.

Menurut keterangan resmi yang disampaikan ke keluarga, sidik jari yang berhasil diidentifikasi memang milik Arya.

Baca Juga: Tenang, Tidak Akan Hilang! Ini Cara Pemerintah Bayarkan Sisa TPG TW 4 yang Belum Cair

Namun, tiga sidik jari lainnya belum bisa dipastikan apakah berhubungan dengan kematian atau sekadar kontaminasi.

Meski demikian, keluarga menilai temuan tersebut cukup signifikan karena lakban yang menempel berada di bagian tubuh yang sangat vital.

Kuasa hukum menegaskan bahwa teknik pembungkusan lakban pada wajah korban tidak umum dan sangat kecil kemungkinan dilakukan sendiri dalam kondisi fisik normal.

Hal inilah yang kemudian mendorong keluarga meminta penyidik melakukan pemeriksaan lanjutan berbasis forensik.

Baca Juga: TPG TW 4 ASN Sudah Mulai Mengalir, Tapi Kenapa Banyak yang Hanya Terima 2 Bulan?

Termasuk analisis tekanan dan posisi lilitan lakban yang dinilai terlalu rapat dan presisi.

Selain temuan sidik jari, keluarga juga mempermasalahkan akses terhadap kamar indekos tempat jasad Arya ditemukan.

Hingga kini, keluarga mengaku belum mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung kondisi kamar dan memastikan apakah ada tanda-tanda aktivitas mencurigakan lainnya.

Penyidik disebut telah mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk lakban, pakaian korban, hingga rekaman CCTV dari berbagai lokasi.

Baca Juga: TPG TW 4 ASN Sudah Mulai Mengalir, Tapi Kenapa Banyak yang Hanya Terima 2 Bulan?

Namun keluarga menilai informasi yang diberikan masih belum lengkap.

Terutama mengenai rekaman CCTV yang disebut berjumlah sekitar 20 titik dan menjadi salah satu kunci untuk merangkai kronologi sebelum Arya ditemukan tak bernyawa.

Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah polisi mengonfirmasi adanya pergerakan Arya sebelum kejadian, termasuk momen ketika ia terlihat bersama sejumlah orang.

Baca Juga: Foto Udara Bikin Geger! Mangrove Kendari Raib Diduga untuk Kediaman Pribadi Gubernur Sultra Andi Sumangerukka

Meski begitu, penyidik belum memberikan keterangan resmi mengenai apa saja yang terekam dalam CCTV dan bagaimana posisi orang-orang yang terakhir bersama Arya.

Temuan empat sidik jari di lakban ini semakin menguatkan desakan keluarga untuk dilakukan gelar perkara.

Mereka meminta agar semua kejanggalan, termasuk temuan sidik jari.

Rekaman CCTV, hingga hubungan Arya dengan beberapa orang yang disebut dalam penyelidikan, diungkap secara terbuka dan menyeluruh.

Keluarga juga meminta polisi memeriksa semua pihak yang dianggap berkaitan.

Termasuk Vara, perempuan yang disebut beberapa kali bertemu dengan Arya, serta suami Vara yang disebut berprofesi sebagai aparat.

Baca Juga: Foto Udara Bikin Geger! Mangrove Kendari Raib Diduga untuk Kediaman Pribadi Gubernur Sultra Andi Sumangerukka

Selain itu, sosok lain seperti Dion yang terekam berada di mal bersama Arya sebelum kejadian juga diminta diperjelas statusnya.

Hingga artikel ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi terbaru soal perkembangan sidik jari yang belum teridentifikasi tersebut.

Publik pun terus menunggu kejelasan, mengingat temuan ini berpotensi membuka babak baru dalam penyelidikan yang hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya.***