POJOKSATU.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap solid meski dinamika global dan domestik terus bergerak. Penilaian itu disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (KE PBKN) OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan dalam laporan terbaru, International Monetary Fund (IMF) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global masing-masing sebesar 20 basis points menjadi 3,0 persen pada 2025, dan 10 basis points menjadi 3,1 persen pada 2026.

Baca Juga: Sosok Kopda FH, Oknum TNI Terlibat dalam Kasus Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih

Kenaikan ini ditopang oleh front-loading menjelang kenaikan tarif, tarif efektif Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah, kondisi likuiditas global yang membaik, serta kebijakan fiskal yang lebih longgar.

"Sejalan dengan itu, World Trade Organization (WTO) memperkirakan perdagangan global 2025 akan tumbuh 0,9 persen, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya (-0,2 persen), terutama akibat peningkatan impor AS menjelang kenaikan tarif," ucap Dian Ediana.

Di AS, ekonomi masih stabil walau tekanan tarif mulai terasa lewat inflasi dan melemahnya pasar tenaga kerja. Ketegangan dagang pun relatif mereda setelah AS menurunkan tarif lebih rendah dari rencana awal, meski kebijakan tetap ketat terhadap negara-negara BRICS.

Baca Juga: Belum Lapor Diri PPG Angkatan III? Kuota Tinggal 105 untuk Guru Madrasah, Segera Cek Info Lengkapnya di Sini!

Situasi berbeda terlihat di Tiongkok dan Eropa. Ekonomi Tiongkok masih tertahan karena sentimen konsumen dan dunia usaha yang lemah, sementara di Eropa, pertumbuhan ditopang permintaan domestik meski sektor manufaktur belum lepas dari kontraksi.

Perkembangan global ini memicu ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dunia, yang mendorong penguatan pasar keuangan serta arus modal masuk ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi tetap solid dengan intermediasi sektor jasa keuangan yang sejalan positif.

Baca Juga: Kuliah S2 dan S3 Gratis di Cambridge dengan Beasiswa Bill Gates 2026, Tanpa Batas Usia dan Uang Saku Rp464 Juta

Pasar modal pun menguat, ditandai dengan rekor tertinggi IHSG pada Agustus 2025, meski dinamika politik dan ekonomi belakangan hanya memberi dampak terbatas pada volatilitas saham.

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android
Versi iOS
Channel Whatsapp
Fanpage Edugov

"OJK menegaskan, kondisi likuiditas Lembaga Jasa Keuangan (LJK) masih memadai dan didukung solvabilitas yang kuat," pungkasnya. ***