POJOKSATU.id, JAKARTA—Dukungan Habib Rizieq Shihab atau HRS ke Forum Purnawirawan Prajurit TNI soal pemakzulan Wapres Gibran membuat situasi semakinmemanas atau tambah seru.

Menurut jurnalis senior Harsubeno Arief, tuntutan tangkap dan adili Jokowi yang disampaikan Habib Rizieq adalah poin kesembilan dari tuntutan Forum Purnawirawan TNI yang sempat dihilangkan.

Analisa mengenai pertemuan Mayjen (Purn) Soenarko dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI dengan Habib Rizieq Shihab ini diunggah di akun You Tube @Harsubeno Point seperti dilihat Selasa (6/5/2025).

Baca Juga: Viral Habib Rizieq Dukung Forum Purnawirawan Prajurit TNI Lengserkan Gibran, Ditambah Tangkap Jokowi

Dukungan Habib Rizieq Shihab ini disampaikan saat bertemu dengan Mayjen Purn Soenarko dan sejumlah aktivis diantarnya Manusia Merdeka Said Didu, Marwan Batubara dan lainnya, di Petamburan Jakarta, di rumah Habib Rizieq Shihab.

“Habib Rizieq Shihab ini menyatakan mendukung sepenuhnya 8 poin pernyataan Forum Purnawirawan Prajurit TNI yang dibacakan mantan Danjen Kopassus Mayjen Purnawirawan Soenarko,” jelas Harsubeno Arief.

“Bahkan yang seru Habib Rizieq menambahkan satu poin dipastikan ini bakal menambah panas situasi,” katanya lagi.

Baca Juga: Panglima TNI Batalkan Mutasi Anak Jenderal Try Sutrisno, Kapuspen Sebut Tak Terkait Wapres Gibran

Menurut Harsubeno Arief, pernyataan Habib Rizieq ini akan membuat suasana panas atau suasana tambah seru di Indonesia.

Menurut Harsubeno, sesungguhnya poin tangkap dan adili Jokowi ini sebenarnya pernah dicantumkan dalam poin kesembilan tuntutan Forum Purnawirawan TNI.

Namun belakangan dicoret dengan berbagai pertimbangan.

“Tanpa poin kesembilan itu saja sudah bikin heboh ya, apalagi kalau sempat dicantumkan,” katanya.

Baca Juga: Mantan Ajudan Jokowi Gagal Gantikan Anak Try Sutrisno di Posisi Pangkogabwilhan I

“Dan sekarang poin kesembilan itu dihidupkan lagi oleh Habib Rizieq Shihab. Dampak dari pernyataan itu diduga menjadi penyebab dicopotnya Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, putra Try Sutrisno dari Pangkogabwilhan I,” jelasnya.

Lalu yang menggantikan Letjen TNI Kunto Arief ini adalah Laksamana Muda (Laksda) Hersan yang merupakan mantan ajudan dan Setmilpres Jokowi.

“Gimana gak dikaitkan dengan Pak Jokowi ya. Letjen TNI Kunto adalah putra Pak Try, sesepuh TNI yang mengatahui semacam petisi dari purnawirawan TNI itu. Kemudian yang menggantikan kok kebetulannya pernah ajudannya dan sekretaris militernya Pak Jokowi,” katanya.

Dan yang cukup mengherankan lagi, usia mutasi Letjen TNI Kunto Arief Wibowo dari Pangkogabwilhan I ini hanya satu hari dimana dikeluarkan pada 29 April 2025 dan kemudian dianulir lagi pada 30 April 2025.***