POJOKSATU.ID - Rentetan kecelakaan laut kembali mengguncang perairan Indonesia.

Dalam dua hari berturut-turut, insiden kapal pinisi terjadi di Bali dan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan korban jiwa yang menimbulkan duka mendalam, termasuk meninggalnya pelatih klub LaLiga Spanyol bersama tiga anaknya.

Kecelakaan pertama menimpa kapal pinisi Sharandy Of The Seas di Perairan Serangan, Pelabuhan Serangan, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 10.30 WITA.

Baca Juga: Daftar Tarif BBM Terbaru Menjelang Pergantian Tahun 2025–2026, Harga Pertalite, Pertamax, hingga Dexlite

Saat kejadian, kapal diketahui dalam kondisi lego jangkar dan tengah menjalani proses perbaikan.

Insiden tersebut sempat membuat kepanikan di sekitar pelabuhan. Beruntung, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian di Bali.

Pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait penyebab insiden tersebut.

Baca Juga: Rencana Pernikahan Bripda Seili Sebulan Lagi Kandas, Besok Sidang Pemecatan akan Digelar 

Sementara itu, tragedi jauh lebih besar terjadi di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Kapal pinisi Putri Sakinah dilaporkan tenggelam pada Jumat (26/12/2025) malam di Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo.

Hingga pencarian dilakukan, empat warga negara Spanyol sempat dinyatakan hilang.

Baca Juga: Pemerintah Beri Insentif Pajak dan Perpanjang Tax Holiday hingga 2026, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat

Belakangan, kabar duka datang setelah diketahui salah satu korban adalah Fernando Martin Carreras, pelatih Tim B Wanita Valencia Femenino, klub peserta kompetisi kasta ketiga Liga Spanyol.

Martin tidak sendirian. Ia turut bersama tiga anaknya yang masih di bawah umur, yakni Martines Ortuno Maria Lia, Martin Garcia Mateo, dan Martinez Ortuno Enriquejavier.

Keempatnya dinyatakan meninggal dunia dalam tragedi tersebut.

Baca Juga: Perlindungan UMKM dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Pemerintah Bebaskan PPh pada 2026

Kapal pinisi Putri Sakinah diketahui membawa total 11 penumpang. Berdasarkan informasi awal, kapal mengalami mati mesin sebelum akhirnya dihantam ombak setinggi sekitar 1,5 meter.

“Kapal sempat mengalami gangguan mesin, kemudian diterjang gelombang tinggi hingga akhirnya tenggelam,” ungkap salah satu petugas SAR, dikutip pojoksatu.id dari detik.com.

Kabar meninggalnya Fernando Martin dan ketiga anaknya dikonfirmasi langsung oleh pihak klub Valencia.

Baca Juga: Status Disalurkan dan Pemberian di Web PIP Dikdasmen Bikin Bingung, Ini Perbedaan Saat Cek Penerima Antarwilayah hingga Nasional

Klub LaLiga tersebut menyampaikan belasungkawa mendalam atas kehilangan salah satu pelatihnya.

“Klub turut berduka cita atas wafatnya Fernando Martin Carreras dan anak-anaknya dalam tragedi di Indonesia,” tulis pernyataan resmi Valencia.

Di tengah duka tersebut, istri Martin, Andrea Ortuno, serta putri mereka yang berusia tujuh tahun dilaporkan selamat.

Baca Juga: Dua Kali Gempa Pagi Hari, Agam dan Sekitarnya Diguncang Sesar Kajay–Talamau, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Keduanya termasuk dalam tujuh penumpang yang berhasil diselamatkan oleh tim SAR.

Peristiwa ini kembali menyoroti keselamatan wisata bahari, khususnya operasional kapal pinisi yang menjadi ikon wisata di Bali dan Labuan Bajo.

Publik mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan kapal wisata guna mencegah tragedi serupa terulang.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan laut tersebut.***