ARAB SAUDI, POJOKSATU.id - Maskapai asal Amerika Serikat, Delta Air Lines, menunda peluncuran rute penerbangan langsung Atlanta-Riyadh hingga Maret 2027.
Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya risiko keamanan penerbangan di Arab Saudi menyusul serangan mematikan di Bandara Internasional King Khalid.
Sebelumnya, Delta merencanakan penerbangan perdana pada 23 Oktober 2026 dengan menggunakan pesawat Airbus A350-900.
Rute tersebut dirancang menjadi layanan penerbangan komersial langsung pertama antara Amerika Serikat dan Arab Saudi yang dioperasikan maskapai asal AS.
Berdasarkan data yang dikutip pada Selasa (13/10/2026), Delta menyatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan sejumlah mitra industri penerbangan, termasuk Saudia dan Riyadh Air, untuk memantau perkembangan situasi keamanan.
Perusahaan itu menegaskan Arab Saudi tetap menjadi pasar strategis dan pihaknya berencana melayani negara tersebut dalam jangka panjang.
Namun, keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan waktu pengoperasian rute baru tersebut.
Penundaan ini terjadi setelah aktivitas penerbangan di Bandara Internasional King Khalid mengalami gangguan besar.
Data FlightAware mencatat lebih dari 2.000 penerbangan menuju dan meninggalkan bandara tersebut dibatalkan sejak Kamis.
Situasi semakin memburuk setelah serangan pada Sabtu yang diklaim dilakukan kelompok Houthi di Yaman, yang mendapat dukungan Iran.
Menurut laporan yang dikutip dalam pemberitaan, sebuah proyektil menghantam terminal penumpang bandara. Serangan itu mengakibatkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan lebih dari 300 lainnya mengalami luka-luka.
Hingga Senin, bandara utama Riyadh tersebut masih ditutup. Kondisi ini turut mendorong sejumlah maskapai internasional menghentikan sementara layanan penerbangan ke wilayah tersebut.
Sebelum keputusan penundaan diumumkan, CEO Delta Ed Bastian sempat menyampaikan bahwa perusahaan belum menentukan nasib peluncuran rute Atlanta-Riyadh.
"Kami prihatin dengan perkembangan keamanan yang terjadi dan kami minta ketegasan untuk keselamatan akan menjadi dasar pengambilan keputusan," ujarnya.
Di sisi lain, Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengeluarkan peringatan keselamatan pada Minggu.
Otoritas penerbangan tersebut meminta pilot maskapai AS meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi wilayah Arab Saudi dan kawasan sekitarnya.
Peringatan yang berlaku hingga 10 Desember 2026 itu menyoroti potensi risiko terhadap keselamatan pesawat akibat aktivitas militer yang masih berlangsung serta gangguan pada sistem navigasi.
"Ancaman tersebut dinilai dapat memengaruhi penerbangan di berbagai ketinggian." tulis peringatan tersebut
Selain penyesuaian operasional maskapai, Amerika Serikat, Australia, dan sejumlah negara lain juga mengeluarkan imbauan agar warga negaranya menghindari perjalanan ke kawasan terdampak.
Penundaan rute Delta menunjukkan bahwa ketidakpastian keamanan regional tidak hanya mengganggu penerbangan yang sudah beroperasi, tetapi juga memengaruhi rencana ekspansi maskapai internasional.
Realisasi penerbangan langsung Atlanta-Riyadh kini bergantung pada perkembangan situasi dan penilaian keselamatan sebelum jadwal baru diberlakukan.





