POJOKSATU.id - Menteri Koperasi Indonesia atau eks Menkominfo, Budi Arie Setiadi mendapatkan pertanyaan skakmat dari Deddy Courbuzier.
Diketahui bahwa sosok Budi Arie tengah disorot public terkait dengan kasus judi online yang menyeret sejumlah pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Tentunya kasus ini turut menyeret nama Budi Arie yang saat itu menjabat sebagai Menkominfo.
Deddy Courbuzier langsung menanyakan apakah Budi Arie ikut terlibat dalam kasus tersebut.
Dengan cepat, Budi Arie menjawab bahwa dirinya adalah Menteri yang paling agresif dalam pemberantasan judi online di Indonesia.
Baca Juga: Dalam Sepekan Polda Sumut Berhasil Tangkap 11 Pelaku Judol
"Saya ini Menteri yang paling agresif memberantas judol," ujar Budi Arie dikutip dari YouTube Deddy Courbuzier.
Lebih lanjut, Budi Arie menjelaskan bahwa selama 15 bulan menjabat sebagai Menkominfo dirinya sudah melakukan berbagai cara untuk memberantas judi online.
Namun jika caranya masih belum maksimal hal itu lantaran ada pihak-pihak lain yang ikut terlibat di dalamnya.
"Selama 15 bulan saya menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika, saya ini paling agresif memberantas judol, dari semua aspek, kewenangan yang dimiliki oleh kominfo sudah saya lakukan, bahwa itu belum maksimal untuk menurunkan angka dan memberantas perjudian online Indonesia karena ada pihak lain," paparnya.
Budi Arie menjelaskan bahwa saat itu, teman-teman di Kominfo hanya bisa memberantas judol 10 ribu situs dalam satu hari.
Sedangkan pertumbuhan judol itu sangat banyak.
Ia pun lantas dikenalkan oleh seorang hacker Indonesia yang disebut bisa memberantas judol lebih cepat yaitu 50 hingga 100 ribu dalam sehari.
"Saya masuk ke Kominfo itu saya udah lihat saya tanya berapa kemampuan teman-teman pengendalian untuk memberantas judi online, hanya 10 ribu perhari, padahal kecepatan judi online luar biasa," ungkapnya.
Baca Juga: PPBR Dorong Pemberantasan Para Oknum Pelegalan Judol KBLI 92000
"Saat itu saya udah kita buka aja siapa yang bisa melakukan percepatan, tiba-tiba datanglah teman T yang menawarkan ini ada hacker NKRI yang bisa mentakedown sehari 50 sampai 100 ribu per hari, Namanya AK," tambahnya.
Sejak AK masuk, Budi Arie mengatakan bahwa dirinya sudah mulai curiga.
Budi Arie pun menyebutkan bahwa saat itu ia sudah mendengar adanya pegawai Kominfo yang terlibat judol.
Menyikapi hal itu, Budi Arie pun langsung membuat trik dengan cara merolling pegawainya.
"Ketika saya masuk saya udah curiga, karena saya udah dapat informasi bahwa di tim pengendalian di Kominfo ada yang bermain, saya tahu dan diberi tahu cara bermainnya," tuturnya.
Baca Juga: Tangkap 1 DPO Judol, Polisi: Sebulan Setor Rp24 juta
"Saya curiga sehingga saya mendapatkan 10 nama Komdigi ditangkap orang dalam, saya beberapa nama udah curiga ini orang-orangnya, si DI saya berhentiin nggak boleh jadi tim take down, 3 bulan sekali saya ganti orangnya," imbuhnya.
Budi Arie menuturkan bahwa dalam kasus ini dirinya tidak bisa disebutkan ikut bersalah.
Karena belum ada kepastian orang-orang tersebut terlibat dalam kasus.
Ditekankan Kembali oleh Budi Arie bahwa penangkapan dilakukan setelah dirinya lengser dari Menkominfo.
Dan saat ia menjadi Menkominfo pun sudah banyak pegawai yang terlibat di dalam kasus judol tersebut.
Baca Juga: Mahfud MD Minta Menteri Budi Arie Diperiksa soal Judol Pegawai Komdigi, Dia yang Angkat Orang Ini
"Sini soal rentang kendali, saya Menteri di Bawah saya masih ada Dirjen, masih ada direktur pengendalian, kepala tim, ditangkap ada beberapa kepala tim dan anggota, bukan saya nggak mau disalahkan, peristiwa penangkapan itu saya sudah tidak jadi Menteri," papar Budi Arie.
"Itu nanti harus diurai, judol sudah ada sejak 2017, saya masuk sudah begitu massif, sebelum saya orang dalam udah masuk," pungkasnya.
***



