POJOKSATU.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sistem demokrasi berperan besar dalam mengantarkannya ke kursi kepresidenan.
Ia menyebut, tanpa demokrasi, dirinya tidak mungkin bisa terpilih sebagai kepala negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sebuah kesempatan pada Jumat (13/2/2026).
Dengan nada santai dan diselingi kelakar, ia mengajak hadirin merenungkan pentingnya sistem demokrasi di Indonesia.
“Untung kita masih negara demokrasi kan? Benar? Demokrasi apa, agak demokrasi ya. Lumayanlah demokrasi kita kan? Kalau nggak ada demokrasi gue nggak jadi Presiden loh, saudara-saudara. Iya kan? Benar nggak?” ucap Prabowo, dikutip pojoksatu.id dari instagram @officialinewstv.
Ucapan tersebut langsung disambut respons dari para peserta acara.
Baca Juga: YLKI Somasi Kemensos soal Penonaktifan PBI JK BPJS Kesehatan, Hak Peserta Miskin Dipertaruhkan
Meski dibalut candaan, pernyataan Prabowo menegaskan bahwa mekanisme pemilihan langsung melalui sistem demokrasi memungkinkan setiap warga negara memiliki peluang yang sama untuk maju sebagai pemimpin.
Demokrasi di Indonesia telah berjalan sejak era reformasi dengan sistem pemilu langsung untuk memilih presiden dan wakil presiden.
Dalam sistem tersebut, rakyat memiliki hak suara untuk menentukan pemimpin nasional melalui pemilihan umum.
Baca Juga: THR ASN, TNI, dan Polri Dipastikan Cair Awal Ramadan 2026, Purbaya Siapkan Anggaran Rp55 Triliun
Prabowo sendiri terpilih melalui proses kontestasi politik yang panjang.
Ia menilai sistem demokrasi, meskipun tidak sempurna, tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas politik dan legitimasi pemerintahan.
Pernyataan Presiden tersebut juga menjadi pengingat bahwa demokrasi memberikan ruang partisipasi politik yang luas bagi masyarakat.
Dalam sistem ini, legitimasi kekuasaan bersumber dari suara rakyat.
Meski demikian, diskursus mengenai kualitas demokrasi di Indonesia kerap menjadi perdebatan publik.
Baca Juga: Viral Isu Jokowi Balik ke Istana, Tapi Dirinya Menepis Sebut Sudah Saya Bilang, di Solo Aja!
Sejumlah pihak menilai masih ada tantangan dalam praktik demokrasi, mulai dari tata kelola pemilu hingga penguatan institusi.
Namun, dalam pernyataannya, Prabowo menekankan bahwa sistem demokrasi tetap harus dijaga dan diperkuat.
Ia menilai, tanpa mekanisme tersebut, pergantian kepemimpinan tidak akan berjalan secara terbuka dan transparan.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Dipangkas 17 Persen, Ini Dampak Nyata ke Kantong Pemudik Lebaran
Kelakar Presiden itu pun menjadi sorotan karena menunjukkan pengakuan bahwa keberhasilannya menduduki kursi presiden tak lepas dari mekanisme demokrasi yang berlaku di Indonesia.***




