POJOKSATU.ID - Kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming ke Kabupaten Kepulauan Seribu pada Selasa 18 November 2025 menarik perhatian publik.

Setelah ia menyaksikan uji coba drone kargo listrik di Lapangan Sepak Bola Pulau Pramuka.

Teknologi ini digadang-gadang sebagai masa depan distribusi logistik antarpulau yang lebih cepat dan efisien.

Namun, di balik demonstrasi teknologi yang disebut sebagai “lompatan besar” bagi distribusi barang di wilayah terluar Jakarta itu.

Baca Juga: Heboh! Benarkah PPPK Paruh Waktu Akan Terima THR Natal 2025? Begini Penjelasan Resminya

Sebagian warga Kepulauan Seribu justru menilai ada persoalan yang lebih mendesak, akses layanan dasar yang masih lambat dan tidak merata.

Sejumlah warga yang ditemui di sekitar Pulau Panggang dan Pulau Pramuka menilai bahwa teknologi canggih seperti drone memang menarik.

Tetapi kebutuhan harian seperti stabilitas pasokan solar, layanan kesehatan cepat, hingga fasilitas pendidikan yang memadai masih menjadi persoalan utama.

Gibran memang meninjau berbagai lokasi dalam kunjungannya, termasuk SMPN 133, SDN Pulau Panggang 02, dan SMAN 69.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Geram! Respons Lambat Pemulangan WNI Korban TPPO Disorot Usai Kasus Rizki di Kamboja

Untuk mengecek jalannya pembelajaran serta program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia juga menjanjikan tambahan fasilitas robotik dan pendamping teknologi bagi SMAN 69.

Tetapi, bagi sebagian warga, kondisi lapangan belum sepenuhnya sejalan dengan sorotan teknologi yang ditampilkan.

Di tempat lain, guru-guru menyampaikan bahwa kendala utama di sekolah-sekolah kepulauan bukan hanya soal teknologi pengajaran.

Tetapi juga keterbatasan tenaga pendidik, ruang kelas, dan akses buku.

Dengan jarak antar-pulau yang jauh dan cuaca yang sering tak menentu, distribusi sarana pendidikan sering terlambat.

Di sektor kesehatan, kunjungan Gibran ke RSUD Kepulauan Seribu mengungkap tantangan yang tidak ringan.

Direktur RSUD, dr. Ghamal Ahmad Pramana, menjelaskan bahwa peralatan medis di wilayah pesisir memiliki risiko kerusakan lebih tinggi akibat kelembapan dan korosi.

Selain itu, kapal ambulans yang berfungsi sebagai penopang pelayanan kesehatan antarpulau harus bekerja ekstra karena jarak tempuh dan kondisi gelombang yang tidak menentu.

Baca Juga: Blak-blakan! Komjen Dedi Prasetyo Akui Pungli dan Kekerasan Masih Marak di Internal Polri

“Sebelum ada RSUD, masyarakat harus menempuh perjalanan laut ke daratan Jakarta. Sekarang layanan lebih dekat, tapi tantangannya tetap besar,” ujar Ghamal.

Di sisi lain, kelompok nelayan yang sempat makan siang bersama Wapres mengeluhkan harga alat tangkap yang naik, perubahan musim ikan yang sulit diprediksi.

Dan pasokan solar yang tak stabil. Keluhan ini menunjukkan bahwa peningkatan teknologi logistik belum menjawab masalah mendasar yang setiap hari mereka hadapi.

Kritik publik pun muncul di media sosial.

Baca Juga: Ide Gokil Siswa SMP Bikin Heboh, Ubah 3 Ton Kulit Bawang Jadi Tinta Spidol Ramah Lingkungan!

Sebagian menilai demonstrasi drone tidak akan banyak berarti jika infrastruktur publik yang lebih fundamental.

Seperti transportasi laut reguler, layanan kesehatan cepat tanggap, serta peningkatan kapasitas guru dan tenaga medis tidak mendapatkan dukungan yang sama besar.

Meski demikian, kunjungan Gibran tetap menjadi sinyal bahwa pemerintah pusat ingin mempercepat pemerataan di wilayah kepulauan.

Tantangannya kini adalah mengimbangi inovasi teknologi dengan perbaikan layanan dasar yang masih jauh tertinggal.

Kepulauan Seribu, sebagai wilayah administratif terluar DKI Jakarta, menghadapi kondisi unik yang tidak bisa diselesaikan oleh satu inovasi saja.

Drone logistik mungkin membuka era baru, tetapi bagi warga setempat, ketersediaan layanan dasar yang cepat, setara, dan manusiawi tetap menjadi kebutuhan utama.

Pemerintah kini ditunggu untuk menghadirkan solusi yang menyentuh akar persoalan, bukan hanya tampilan teknologi yang menarik perhatian.***