POJOKSATU.id, JAKARTA— Menjelang dilantik sebagai Presiden RI ke delapan, Prabowo Subianto mengunggah foto kebersamaannya dengan beberapa Presiden Indonesia terdahulu.
Salah satu foto bareng yang diunggah adalah foto Prabowo dengan mantan Presiden BJ Habibie. Foto ini diunggah Prabowo di akun Facebooknya, Sabtu (19/10/2024).
“Rasa syukur yang mendalam saya haturkan kepada seluruh Presiden Republik Indonesia,” kata Prabowo dalam narasi unggahannya di Facebook dilihat, Minggu (20/10/2024) jelang detik-detik pelantikannya sebagai Presiden RI kedelapan.
Prabowo lalu menyebutkan satu-satu nama Presiden RI mulai yang terbaru hingga terlama. Presiden RI ke-7 Joko Widodo, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI ke-5 Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri, Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden RI ke-2 Soeharto, Presiden RI ke-1 Soekarno.
Baca Juga: Kabinet Baru
Menurut Prabowo, para Presiden ini telah mengabdikan hidup dan dedikasinya demi kemajuan bangsa.
“Kami bangga atas setiap kerja keras dan pengorbanan yang telah mereka lakukan untuk membangun dan menjaga negeri ini,” katanya.
“Terima kasih atas pengorbanan dan kepemimpinan yang telah membawa Indonesia ke tempat yang lebih baik,” jelasnya lagi.
Dikatakan, perjalanan panjang bangsa ini tidak lepas dari jasa-jasa besar seluruh Presiden RI untuk rakyat dan negara tercinta.
Foto bareng Prabowo yang diunggah antara lain dengan Jokowi, SBY, Megawati, Gusdur atau Abdurrahman Wahid, BJ Habibie dan Soeharto.
Sementara dengan Soekarno hanya foto sendiri. Tidak ada bersama Prabowo.
Hubungan Habibie dan Prabowo
Seperti diketahui, hubungan Habibie dan Prabowo sempat renggang dan tegang ketika terjadi krisis politik dan ekonomi pada 1998.
Saat itu terjadi demonstrasi besar-besaran menuntut reformasi yang berujung pada kerusuhan massa di Jakarta dan beberapa daerah lainnya.
Jabatan Prabowo sebagai Pangkostrad dengan pangkat Letjen dicopot pada 23 Mei 1998. Pencopotan itu persis satu hari setelah Habibie dilantik menjadi presiden menggantikan Soeharto, yang lengser pada 21 Mei 1998.
Ketegangan dua tokoh ini sempat dikisahkan oleh Letjen (Purn) Sintong Hamonangan Panjaitan, dalam bukunya, ‘Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando’, yang terbit pada 2009.
Kala itu Sintong menjabat Penasihat Presiden Bidang Pertahanan dan Keamanan. Pemicu pencopotan Prabowo sebagai Pangkostrad adalah Habibie menerima laporan adanya pergerakan pasukan Kostrad dari daerah menuju Jakarta tanpa sepengetahuan Panglima ABRI (TNI) Jenderal Wiranto pada 22 Mei 1998.***




