POJOKSATU.ID - Medan sulit dan akses terputus tak menghentikan upaya para prajurit TNI membantu warga terdampak bencana di Aceh Tenggara.

Personel Kodim 0108/Aceh Tenggara harus berjalan kaki menembus rute pegunungan demi menyalurkan bantuan logistik.

Ke Desa Rumah Bundar, Kecamatan Ketambe, yang hingga kini masih terisolir setelah bencana melanda sejak beberapa hari lalu.

Baca Juga: Resmi dari Taspen! Ini 2 Kewajiban yang Harus Dipenuhi Pensiunan PNS Tahun 2025

Akses jalan menuju lokasi putus total akibat longsor dan banjir, membuat kendaraan tak lagi mampu mencapai desa tersebut.

Kondisi ini memaksa para personel TNI membawa sendiri bantuan logistik melewati lereng curam, tanjakan terjal, serta jalur berlumpur yang licin.

Meski cuaca tidak menentu dan jarak tempuh mencapai dua jam dari Desa Simpur, mereka tetap melanjutkan perjalanan bersama warga yang ikut membantu.

Baca Juga: Bukan Lagi Bisik-Bisik! Jokowi Ungkap Ada Dalang Besar di Balik Tuduhan Ijazah Palsu

Bantuan yang disalurkan tidak sedikit. Total satu ton beras, 25 dus mi instan, 15 papan telur, lima dus susu, dua dus sarden, pakaian layak pakai, hingga kebutuhan pokok lainnya dipanggul secara bertahap oleh para prajurit.

Logistik itu diharapkan mampu memenuhi kebutuhan mendesak puluhan keluarga yang masih terjebak tanpa akses transportasi.

Dalam misi kemanusiaan ini, sebanyak 90 personel Kodim 0108/Aceh Tenggara diterjunkan dan dipimpin langsung oleh Dandim.

Baca Juga: Memutuskan Bekerja di Jakarta, Ketiga Alumni Fakultas Teknik Universitas Lampung Pulang Tinggal Nama dalam Peristiwa Kebakaran Terra Drone

Mereka mendapat dukungan sekitar 30 warga setempat yang ikut membantu mengangkut barang.

Rombongan harus berhati-hati di setiap langkah, mengingat jalur berbatu dapat longsor kapan saja jika kembali diguyur hujan.

Kedatangan personel TNI disambut penuh haru oleh warga Desa Rumah Bundar.

Baca Juga: Daftar Formasi CPNS 2026 Lulusan SMA Tanpa Tes Fisik Ketat, Ini Jabatan dan Tahap Seleksinya

Selama beberapa hari terakhir, mereka kesulitan mendapatkan bahan makanan, air bersih, hingga kebutuhan dasar lain.

Bantuan yang tiba bukan hanya menolong dari sisi logistik, tetapi juga mengembalikan rasa aman setelah desa mereka terisolir tanpa kepastian kapan akses akan pulih.

Beberapa warga bahkan terlihat meneteskan air mata saat menerima beras dan makanan siap konsumsi dari personel TNI.

Baca Juga: Setelah APBN 2026 Disahkan, DPR Soroti Celah Pajak dan Tata Niaga Batu Bara, Pemerintah Diminta Hentikan Permainan Lama

Mereka mengaku sudah mulai kehabisan cadangan pangan karena suplai dari luar desa sepenuhnya terputus.

Di tengah perjalanan, prajurit TNI beberapa kali berhenti untuk memastikan seluruh anggota rombongan aman melewati jalur menantang tersebut.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata solidaritas antara prajurit dan masyarakat setempat yang bekerja sama dalam suasana serba darurat.

TNI menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama saat bencana membuat warga kesulitan mendapatkan bantuan.

Baca Juga: PBNU Balik Serang Kubu Gus Yahya! Kubu Nuh: Jangan Lagi Pertanyakan Keputusan Pleno, Semua Sah!

Kodim 0108/Aceh Tenggara menyatakan bahwa pendistribusian logistik akan dilakukan berkelanjutan selama akses utama belum bisa digunakan.

Koordinasi dengan pemerintah daerah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan kondisi.

Bagi warga Ketambe, bantuan yang datang dengan cara demikian menjadi bukti bahwa di tengah keterisolasian, mereka tidak dibiarkan berjuang sendirian.

Misi kemanusiaan ini sekaligus menjadi potret ketangguhan TNI menghadapi medan ekstrem demi kemanusiaan.***