POJOKSATU.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali melontarkan pesan yang cukup menohok, khususnya bagi generasi muda.
Ia mengingatkan kalangan Gen Z agar lebih bijak dalam menentukan prioritas keuangan, terutama saat hendak menikah.
Menurut Dedi, memiliki rumah jauh lebih penting dibandingkan menggelar pesta pernikahan yang mewah namun hanya berlangsung sesaat.
Ia bahkan menyebut, kebahagiaan dari pesta hanyalah sementara, sementara memiliki rumah akan memberi manfaat jangka panjang.
“Saya mengajak, daripada bikin pesta besar, lebih baik uangnya dipakai untuk uang muka rumah. Pesta itu jadi raja cuma semalam, tapi kalau punya rumah bisa jadi raja selamanya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Dedi menilai banyak pasangan muda saat ini terjebak gengsi sosial, sehingga memaksakan diri menggelar pesta pernikahan besar.
Akibatnya, tidak sedikit yang harus berutang, bahkan meminjam ke rentenir.
Ia pun menyarankan konsep pernikahan sederhana. Mulai dari akad di Kantor Urusan Agama, hingga langsung fokus membangun kehidupan rumah tangga tanpa beban finansial yang berat.
Baca Juga: Cara Mudah Aktifkan Anti-Theft Alarm Honda Stylo 160, Bikin Motor Lebih Aman Saat Parkir
“Tidak perlu pesta panjang atau seserahan berlebihan. Yang penting sah secara agama dan hukum, setelah itu bisa langsung tinggal di rumah sendiri meskipun masih mencicil,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa pemerintah saat ini telah menyediakan berbagai kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki hunian, termasuk melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan dengan bunga rendah.
Bahkan, di beberapa daerah seperti Bekasi dan Bogor, pembangunan apartemen subsidi terus digencarkan.
Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga tengah menyiapkan kebijakan baru yang mewajibkan kawasan industri menyediakan hunian bagi para pekerja.
Tujuannya agar karyawan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi tinggi dan terhindar dari kemacetan.
Dengan adanya hunian di dekat tempat kerja, efisiensi waktu dan biaya dapat tercapai, sekaligus meningkatkan kualitas hidup pekerja.
Baca Juga: Mahfud MD Soroti Data Janggal MBG, Orang Miskin 24 Juta Tapi Penerima Tembus 80 Juta
Pesan Dedi ini menjadi pengingat penting bagi generasi muda bahwa membangun fondasi ekonomi yang kuat jauh lebih penting daripada sekadar memenuhi gengsi sesaat.***




