POJOKSATU.id - Musim haji 2026 menghadirkan banyak kisah menyentuh dari para tamu Allah asal Indonesia.

Jika sebelumnya publik dibuat haru dengan cerita para lansia yang menabung puluhan tahun demi bisa berangkat ke Tanah Suci, kali ini perhatian tertuju kepada para jemaah haji termuda yang usianya masih belia.

Di tengah ribuan jemaah dewasa dan lansia, hadir dua nama remaja yang mencuri perhatian karena berhasil menunaikan ibadah haji di usia yang sangat muda.

Baca Juga: 4 Amalan yang Pahalanya Setara Haji dan Umrah, Jangan Disepelekan Umat Islam

Mereka adalah Suci Gina Aurelia asal Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, dan Faras Ganeta asal Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Keduanya menjadi simbol bahwa panggilan menuju Tanah Suci bisa datang kepada siapa saja, bahkan sejak usia remaja.

Suci Gina Aurelia, Jemaah Haji Perempuan Termuda asal Jambi
Suasana keberangkatan jemaah haji di Kabupaten Tebo tahun 2026 berlangsung penuh haru dan kebanggaan.

Di antara rombongan calon jemaah haji tersebut, nama Suci Gina Aurelia menjadi sorotan banyak pihak.

Baca Juga: UPI Buka Seleksi Mandiri Berdasarkan Nilai UTBK-SNBT 2026, Simak Syarat, Jadwal, dan Link Pendaftarannya

Remaja perempuan berusia 14 tahun asal Dusun Pancuran Gading, Kelurahan Pasar Muara Tebo itu disebut sebagai salah satu jemaah haji perempuan termuda asal Provinsi Jambi tahun ini.

Usianya yang masih sangat muda membuat kisah keberangkatannya menjadi perhatian masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tebo, H. Julan, mengaku bangga atas keberangkatan Suci Gina Aurelia ke Tanah Suci.

Baca Juga: Polemik Gelar Ir Budi Gunadi Sadikin Berujung Laporan ke Polda Metro Jaya, ITB Buka Suara

“Kami dari Kementerian Agama Kabupaten Tebo merasa bangga dan bersyukur karena tahun ini terdapat jemaah haji termuda perempuan atas nama Suci Gina Aurelia usia 14 tahun,” ujarnya.

Menurutnya, keberangkatan Suci menjadi bukti bahwa kesempatan menunaikan rukun Islam kelima tidak mengenal batas usia.

Ia juga berharap kisah tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk mulai menanamkan semangat beribadah sejak dini.

“Ini menjadi kebahagiaan tersendiri sekaligus motivasi bagi generasi muda agar memiliki semangat beribadah sejak dini,” lanjutnya.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih Hewan Kurban, Ternyata Warna, Aroma, dan Tekstur Daging Bisa Ungkap Kualitasnya

Keberadaan Suci di tengah rombongan jemaah dewasa dan lansia juga menghadirkan suasana berbeda dalam proses keberangkatan haji Kabupaten Tebo tahun ini.

Banyak masyarakat merasa bangga karena daerah mereka memiliki jemaah muda yang berhasil memenuhi panggilan ke Tanah Suci.

Faras Ganeta, Pelajar SMA yang Menabung 11 Tahun demi Haji
Selain Suci Gina Aurelia, perhatian publik juga tertuju kepada Faras Ganeta, pelajar SMA asal Sumedang yang resmi menjadi salah satu calon haji termuda Indonesia tahun 2026.

Faras masih berusia 17 tahun dan duduk di kelas 3 SMA Negeri 1 Sumedang.

Baca Juga: Resep Rahasia Tongseng Solo dengan Daging Empuk dan Bumbu Meresap Sempurna, Kuliner Legendaris Olahan Daging Kambing

Namun di usianya yang masih remaja, ia sudah berhasil mewujudkan impian besar yang bahkan belum tentu bisa dicapai banyak orang dewasa.

Perjalanan Faras menuju Tanah Suci bukanlah sesuatu yang instan.

Ia mulai menabung sejak tahun 2013 atau sekitar 11 tahun lalu dengan menyisihkan uang jajannya sedikit demi sedikit.

Baca Juga: Banyak yang Salah, Bersihkan Daging Kurban Sebaiknya Tidak Dicuci Air Mengalir

Kedisiplinan dan kesabaran itulah yang akhirnya mengantarkannya menjadi calon jemaah haji termuda asal Sumedang tahun ini.

Faras mengaku ingin berhaji sejak muda karena merasa kondisi fisiknya masih kuat untuk menjalani seluruh rangkaian ibadah haji yang dikenal cukup menguras tenaga.

Ia ingin memanfaatkan usia muda dan tubuh yang masih bugar untuk menjalankan ibadah secara maksimal.

Membawa Daftar Doa Khusus ke Depan Ka’bah
Selain menyiapkan fisik dan biaya perjalanan, Faras juga mempersiapkan sisi spiritualnya dengan serius.

Ia mengaku telah menyiapkan daftar doa khusus yang ingin dipanjatkan di depan Ka’bah.

Doa-doa tersebut terutama dipersembahkan untuk kedua orang tuanya, keluarga besar, hingga teman-temannya di sekolah.

Baca Juga: Lagi dan Lagi, Demi Keselamatan KAI Daop 3 Cirebon Tutup Perlintasan Sebidang Ilegal di Kabupaten Subang

Kisah Faras pun mengundang banyak kekaguman karena di tengah gaya hidup remaja modern saat ini, ia justru memilih menyimpan uang jajannya demi mewujudkan impian berhaji.

Faras tergabung dalam rombongan 94 calon jemaah haji asal Kabupaten Sumedang yang masuk dalam Kloter 29.

Sebelum bertolak menuju Arab Saudi, ia bersama jemaah lainnya menjalani persiapan akhir di Asrama Haji Indramayu.

Simbol Generasi Muda yang Dekat dengan Ibadah
Kisah Suci Gina Aurelia dan Faras Ganeta menghadirkan warna tersendiri dalam pelaksanaan haji Indonesia tahun 2026.

Baca Juga: Kejari Karawang Usut Dugaan Korupsi KPR BTN Proyek Citra Swarna Grand dan Kartika Residence, 91 Saksi Sudah Diperiksa

Di tengah dominasi jemaah usia dewasa dan lansia, kehadiran dua remaja tersebut menjadi simbol bahwa semangat beribadah tidak harus menunggu usia tua.

Mereka menunjukkan bahwa mimpi menuju Tanah Suci bisa dipersiapkan sejak dini, baik melalui disiplin menabung, menjaga niat, maupun memperkuat keimanan.

Keberangkatan dua jemaah muda itu juga menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya tentang usia dan kemampuan materi, tetapi juga soal kesiapan hati dalam memenuhi panggilan Allah SWT.

Dari Jambi hingga Sumedang, kisah dua remaja ini kini menjadi inspirasi baru bagi banyak generasi muda Indonesia untuk mulai berani memimpikan perjalanan menuju Baitullah sejak usia belia.***