POJOKSATU.id – Persoalan rekening Supriyono alias Botok senilai sekitar Rp80,9 juta berkembang menjadi isu yang lebih besar.
Bukan hanya menyangkut akses dana, polemik tersebut kini memicu perdebatan di ruang digital hingga muncul seruan boikot terhadap Bank Mandiri.
Supriyono sebelumnya mengaku rekeningnya tidak dapat digunakan ketika berada di Jakarta.
Dana tersebut disebut merupakan gabungan uang pribadi dan donasi masyarakat yang dipersiapkan untuk kebutuhan massa AMPB.
Baca Juga: Ada CV dan Ijazah, Ini Daftar Berkas yang Harus Disiapkan untuk Magang Nasional Batch 2 Tahun 2026
Kabar tersebut kemudian menyebar luas melalui media sosial.
Disway melaporkan akun Instagram resmi Bank Mandiri menjadi sasaran kritik warganet.
Hingga 24 Agustus 2026, kolom komentar akun tersebut disebut dipenuhi komentar yang menyayangkan tindakan terhadap rekening Botok. Bahkan, muncul seruan untuk menarik dana secara massal.
Namun, polemik tersebut mengalami perubahan setelah Polda Metro Jaya memberikan klarifikasi.
Polisi menyebut rekening Botok tidak disita dan tindakan yang dilakukan merupakan penundaan transaksi dalam proses penyelidikan.
Baca Juga: Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 Tidak Terlihat di Indonesia, Ini Penjelasannya
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan:
“Rekening tersebut tetap berada di dalam rekening pemilik.”
Polda Metro Jaya juga menyatakan penyelidikan masih mendalami tujuan penggalangan dana.
Koordinasi dilakukan dengan OJK dan Kementerian Sosial untuk mendapatkan informasi mengenai tujuan serta penggunaan dana.
Baca Juga: Life Begins
Sementara itu, Bank Mandiri menyatakan pembatasan transaksi dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum dan telah mengikuti prosedur serta ketentuan yang berlaku.
Perkembangan ini membuat isu tersebut memiliki dua lapisan. Lapisan pertama adalah proses hukum terkait transaksi dan penghimpunan dana.
Lapisan kedua adalah dampak reputasi terhadap Bank Mandiri setelah muncul gelombang kritik di media sosial.
Karena itu, penjelasan mengenai dasar permintaan aparat menjadi penting untuk meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat.



