POJOKSATU.id, BANDUNG—Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memberikan bonus Rp 1 miliar dari kantong pribadinya ke Persib Bandung yang raih juara Liga 1.
Dedi Mulyadi memang punya penghasilan miliaran dari You Tube, Instagram dan media sosial lainnya karena memiliki jutaan pengikut atau viewers.
Selain bonus Rp 1 M dari kantong pribadi, Gubernur Dedi juga memerintahkan Pejabat Pemprov Jabar melalui Sekda Provinsi untuk menyumbang bonus Rp 1 miliar lagi untuk Persib.
Total Persib Bandung akan menerima kucuran bonus Rp 2 miliar usai menjuarai Liga 1 musim 2024/2025.
Pernyataan soal bonus ini disampaikan Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan di tengah euforia pesta juara yang digelar di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu 25 Mei 2025.
"Bonus tidak boleh menggunakan dana pemerintah atau APBD. Maka saya putuskan, dari saya pribadi Rp1 miliar untuk Persib. Saya tugaskan Pak Sekda untuk menghimpun dukungan dari pejabat di lingkungan Pemprov. Targetnya tambahan Rp1 miliar, jadi total Rp2 miliar untuk Persib, tanpa APBD," kata Dedi.
Manajer Persib, Umuh Muchtar, menyambut baik apresiasi dari Pemprov Jabar. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada gubernur dan seluruh pihak yang mendukung Maung Bandung.
Baca Juga: Jadi Korban Penipuan, Ibu Empat Anak Ini Justru Jadi Tersangka, Begini Nasibnya
"Alhamdulillah, ini hari penuh kebahagiaan. Terima kasih untuk Pak Gubernur dan semua bobotoh yang hadir. Persib tak akan besar tanpa kalian," kata Umuh.
Sumber Duit Ngonten
Dedi Mulyadi menyebut sumber uang yang diperolehnya selama ini yang diberikan kepada warga adalah dari hasil ngonten baik You Tube maupun Instagram miliknya.
“Nanti ditanya lagi, itu duit dari mana? Ladang ngonten. Saya selalu ditanya, Pak Dedi duitnya dari mana? Ngonten? Habis itu dimasalahin lagi, gubernur konten, lebih baik jadi gubernur konten punya duit diberikan pada rakyat daripada gubernur molor. Bener enggak?," ujar Dedi saat berpidato dalam upacara Hari Kebangkitan Nasional 2025 di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Selasa (20/5/2025).
"Ya kan daripada gubernur tidur, gubernur protokoler, gubernur ingin dihargai, gubernur menghabiskan anggaran jalan-jalan ke luar negeri. Teu hayang teuing (Nggak mau banget)," tambah Dedi Mulyadi.***




