POJOKSATU.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menarik perhatian bukan hanya lewat kebijakan Keuangannya.

Tetapi juga lewat gaya batik barunya yang nyentrik  sekaligus sebagai bentuk dukungan nyata kepada UMKM lokal.

Sejak awal menjabat, Purbaya memang dikenal konsisten memakai batik favoritnya dalam berbagai acara resmi.

Baca Juga: Bupati Sukabumi Asep Japar Dorong Ekonomi Kopi Lewat Festival Kopi Sukabumi 2025

Namun, ia sempat disindir warganet lantaran “pakai batik itu-itu saja.”

Dalam video yang diunggah di TikTok dan Instagram resminya, Purbaya mengakui komentar tersebut dan menunjukkan tanggapannya

ia memesan batik custom dari perajin UMKM di Yogyakarta.

Baca Juga: Gaji Pensiunan PNS Termasuk Janda dan Duda Cair Serentak! Ini Penjelasan Resmi PP No 8/2024

Motif batik barunya cukup mencolok burung Garuda yang gagah berpadu dengan peta Indonesia di latar. Purbaya menyebutnya sebagai “Batik Garuda NKRI.”

Warna dasarnya dominan hitam dan cokelat, kombinasi yang terasa elegan tapi tetap penuh simbol nasionalisme.

Tak hanya gaya, langkah ini punya dimensi ekonomi kuat.

Baca Juga: Bupati Sukabumi Sambut Kunjungan Danlanal Bandung, Bahas Rencana Baksos dan Aksi Bersih Pantai Cisolok

Dengan memesan langsung dari UMKM perajin batik di Jogja, Purbaya mempraktikkan support langsung ke usaha kecil.

Dalam pengakuannya, ia mengaku nyaman memakai batik tersebut “keren dan nyaman dipakai.” 

Lebih jauh, Purbaya berjanji bahwa ini bukan kali terakhir dia tampil dengan karya lokal.

Ia menyebut akan “bergantian pakai jaket UMKM,” mulai dari distro hingga batik, agar produk-produk UMKM bisa semakin dikenal dan naik kelas.

 Pesan ini sekaligus semangat agar pelaku UMKM terus berinovasi dan merasa didukung oleh pemerintah.

Baca Juga: Begini Cara Mengganti Tanggal Lahir yang Salah di Akta Kelahiran, Wajib Tahu Prosedurnya!

Dari sisi simbolik, batik Garuda NKRI bisa dilihat sebagai diplomasi visual menunjukkan identitas nasional sekaligus memberi panggung bagi tangan-tangan kreatif lokal.

Dalam konteks kebijakan ekonomi, ini menjadi langkah soft power Purbaya untuk mendorong ekonomi kreatif sebagai motor penggerak UMKM.

Secara filosofis, pilihan batik baru ini juga mencerminkan konsistensi Purbaya dalam menempatkan nilai.

Baca Juga: Bupati Sukabumi Asep Japar Dorong Ekonomi Kopi Lewat Festival Kopi Sukabumi 2025

Rendah hati, nasionalis, dan berani mengubah kritik menjadi peluang.

Sebelumnya, motif batik favoritnya sempat dianalisis para akademisi sebagai lambang pertumbuhan dan harapan.

Dengan aksinya, Purbaya mengirim pesan tegas bahwa mendukung UMKM bukan hanya soal retorika.

Baca Juga: Bupati Sukabumi Sambut Kunjungan Danlanal Bandung, Bahas Rencana Baksos dan Aksi Bersih Pantai Cisolok

Tapi bisa diwujudkan lewat tindakan sehari-hari yang konkret. Dan ia memilih melakukan itu dengan gaya, lewat kain batik yang sarat makna.***