POJOKSATU.ID- Imbas perbuatan mesum, Hasyim Asy'ari diberhentikan dari jabatannya dari Ketua KPU oleh Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP).
Hasyim Asy'ari dicopot terkait dugaan tindak asusila terhadap CAT, perempuan anggota PPLN Deen Hag Belanda.
Ternyata Hasyim Asy'ari merupakan warga Kota Semarang yang tinggal di Perumahan Plamongan.
Dilingkungan tetangganya, Hasyim Asy'ari dikenal sosok yang baik dan sopan.
Baca Juga: Inovasi Mukhamadun: Dari Supir Truk hingga Sukses Jadi AgenBRILink dan Penyalur Pinjaman UMi
"Iya, warga saya. Sudah lama sekali tinggal disini. Kalau pak Hasyim orangnya baik sopan soleh," ungkapnya Ketua RT setempat, Dadang dikutip Radar Semarang, Kamis (4/7/2024).
Kediaman Hasyim Asy'ari, berdekatan dengan rumah Dadang. Atau hanya berjarak sekitaran 50 an meter, hanya beda gang.
Namun, kawasan perumahan tempat tinggal Hasyim Asy'ari terlihat tidak ramai, pada siang hari tersebut.
Selain itu, juga tak ada mobil yang terparkir di depan rumah nomor 150, kediaman Hasyim. Hanya berdiri sejumlah pohon dalam pekarangan di teras.
Ketua RT ini mengatakan, Hasyim juga masih sering ke rumah tersebut yang juga ditempati istrinya.
"Selama jadi pejabat jarang, paling kalau coblosan pulang. Kemarin Pilpres kan pulang, kalau ada coblosan tiap pemilu pulang," jelasnya.
Hanya saja, Dadang mengaku jarang bertemu dengan keluarga Hasyim. Selain itu juga jarang berkunjung ke rumah tersebut.
"Saya jarang ketemu. Ketemu pas coklit, Pebruari, kebetulan saya Panwas Kelurahan. Kalau ngobrol ya pas ada acara segitu," katanya.
Dadang menyebut, isteri Hasyim bekerja di bidang akademis di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Begitu juga Hasyim juga pernah menjadi dosen di perguruan tinggi negeri tersebut.
"Anaknya yang dua di luar negeri, yang satu mondok (Pesantren). Istri masih disitu, kan dosen Undip. Dulu Pak Hasyim dosen Undip, kemudian KPU Kota. Isterinya pas acara 17 an, saya minta jadi juri nyanyi. Orangnya baik. Kebetulan isteri saya juga Ketua PKK RT," jelasnya.
Dadang juga menyebutkan, pernah mendapat pesan berantai melalui Whatsapp. Pesan tersebut menyampaikan Hasyim Asy'ari meninggal. Kemudian, pesan tersebut disampaikan ke dalam grup warga RT setempat.
"Pak Hasyim juga sering komen di grup RT. Dia monitor di grup RT. Kayak kemarin diisukan meninggal, inalillahi begini begitu saya posting ke grup RT, rumah disebelah saya suruh cek, Pak Hasyim komen, saya masih sehat walafiat Pak Dadang, saya masih hidup. Minggu depan saya insyallah pulang," katanya.
Rumah Hasyim Asy'ari terlihat sangat sederhana, warna putih, dua lantai. Bangunannya juga tidak mencolok mewah dibanding dengan rumah milik warga lainnya. Pintu rumah, dan pintu pagar besi setinggi satu meter ini juga tertutup rapat.
"Yang bagus yang belakang. Ada pendopo mushola kolam. Itu kan bangunan rumah sebelah-sebelahnya dibeli, ada sekitaran lima rumah," katanya.
Namun, Dadang tidak mengetahui secara persis kapan rumah tersebut dibangun. "Nek masalah itu tidak tau persis. Taunya sudah jadi KPU RI awal terus sudah ada itu," jelasnya.
Terkait kapan terakhir kali Hasyim pulang ke rumah tersebut, Dadang mengaku tidak mengetahui.
Namun, sempat mendapat kabar Hasyim Asy'ari datang ke Kota Semarang saat Idul Adha. Bahkan, Hasyim Asy'ari khotbah sholat Idul Adha tahun ini.
"Pas Idul adha kan kotbah di Simpang Lima. Kan pak Jokowi sama Pak Hasyim. Apakah pulang rumah apa enggak saya kurang tahu. Kalau pulang rumah kan lewat belakang (gang). Biasanya juga pulang ke Kudus, rumah orang tuanya," bebernya.
Hasyim Asy'ari diketahui kelahiran di Pati, 3 Maret 1973. Hasyim terpilih dan menjabat Ketua KPU periode 2022-2027.
Pria ini juga aktif diberbagai organisasi. Sebelumnya, Hasyim juga pernah menjabat Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah 2003-2008.
Baca Juga: Kasus Afif Maulana Terus Jadi Sorotan, Giliran Puan Maharani Angkat Bicara
Selain kejadian terbaru ini, sebelumnya Hasyim Asy'ari juga pernah diterpa isu dugaan kasus pelecehan seksual dengan Ketua Umum Partai Republik Satu, bernama Hasnaeni atau yang dijuluki wanita Emas.
Terkait pencopotan jabatan Ketua KPU terhadap Hasyim Asy'ari, Dadang juga mengaku mendengar kabar tersebut dari pemberitaan, termasuk asal usul pencopotan atas dugaan tindak asusila.
"Kita nggak ngira lah. Kabar-kabar kayak gini sering. Dulu kan ada kasus Jogja atau apa. Kalau bapak-bapak gak bicarakan ya. Secara umum dilingkungan kami, keluarga Pak Hasyim baik, sepengetahuan saya baik," pungkasnya. ***



