POJOKSATU.id - Film dokumenter berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita tengah menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Film ini menarik perhatian karena mengangkat isu masyarakat adat Papua, konflik ruang hidup, hingga ekspansi proyek besar yang disebut berdampak pada lingkungan dan kehidupan warga lokal.
Berbeda dari film pada umumnya, Pesta Babi tidak dirilis melalui jalur bioskop komersial maupun platform streaming populer.
Baca Juga: Eddy Soeparno Tegaskan Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Josepha dan SMAN 1 Pontianak
Karena itu, banyak masyarakat penasaran bagaimana cara menonton film dokumenter tersebut.
Cara Menonton Film Pesta Babi
Berdasarkan informasi dari penyelenggara, masyarakat dapat menyaksikan film ini melalui agenda nonton bareng atau nobar yang diadakan oleh komunitas, organisasi, maupun kelompok warga di berbagai daerah.
Selain mengikuti nobar yang sudah tersedia, masyarakat juga dapat mengadakan pemutaran mandiri.
Baca Juga: Indri Wahyuni, Juri LCC Empat Pilar yang Viral, Akhirnya Minta Maaf Usai Kasusnya Terus Ramai
Caranya yakni dengan mendaftarkan kegiatan pemutaran melalui situs resmi milik Ekspedisi Indonesia Baru.
Pihak penyelenggara nantinya akan mengirimkan tautan akses film kepada penyelenggara yang telah terdaftar.
Link film disebut akan dikirim sekitar dua hari sebelum jadwal pemutaran berlangsung.
Syarat dan Ketentuan Nobar Film Pesta Babi
Bagi masyarakat yang ingin mengadakan pemutaran mandiri, ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi.
Pertama, pemutaran minimal harus dihadiri oleh 10 orang peserta.
Baca Juga: Beasiswa Degree by Research BRIN untuk S2 dan S3, Cek Pembekalan Materi Ini
Ketentuan ini dibuat agar agenda diskusi dan penyebaran isu dalam film dapat berjalan lebih luas.
Kedua, acara wajib dipublikasikan melalui media sosial dengan menandai akun resmi penyelenggara seperti Koperasi Ekspedisi Indonesia Baru, Jubi News, Yayasan Pusaka, Watchdoc, serta Greenpeace Indonesia.
Selain itu, penyelenggara juga diwajibkan mencantumkan tagar #PestaBabi dan #PapuaBukanTanahKosong dalam publikasi kegiatan.
Aturan lainnya yakni film tidak boleh digandakan ataupun disebarluaskan secara ilegal.
Baca Juga: Satgas TMMD Kodim 0623 Cilegon dan Warga Mekarsari Pererat Kebersamaan Lewat Olahraga Voli
Penyelenggara juga diwajibkan mengirim dokumentasi kegiatan kepada panitia pusat setelah acara berlangsung.
Belum Tersedia di Netflix dan YouTube
Hingga saat ini, film Pesta Babi belum tersedia di layanan streaming populer seperti Netflix, YouTube, Disney+ Hotstar, maupun Prime Video.
Karena aksesnya masih terbatas, masyarakat disarankan memantau akun media sosial resmi @idbaruid untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai jadwal pemutaran di berbagai kota.
Baca Juga: CFD HR Rasuna Said Tak Digelar 17 Mei 2026, Ini Jadwal Kembali Dibuka
Sinopsis Film Pesta Babi
Film dokumenter berdurasi 95 menit ini mengambil latar di Papua Selatan dan menyoroti kehidupan masyarakat adat yang disebut kehilangan tanah serta ruang hidup akibat ekspansi proyek perkebunan tebu, sawit, hingga food estate.
Hutan milik suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu disebut dibuka untuk proyek bioetanol dan ketahanan pangan.
Situasi tersebut membuat sebagian warga merasa tersingkir dari tanah leluhur mereka sendiri.
Film ini juga menampilkan dugaan militerisasi dalam pengamanan investasi.
Baca Juga: PSM Vs Persib Digelar Malam Ini, Kapolres Karawang Minta Suporter Tetap Kondusif
Salah satu simbol perlawanan warga adat yang ditampilkan adalah pemasangan “salib merah” sebagai bentuk penolakan terhadap proyek yang dianggap mengancam ruang hidup mereka.
Melalui narasi yang tajam, film ini menggambarkan benturan antara kepentingan ekonomi berskala besar dengan hak-hak masyarakat lokal di Papua.
Isu itulah yang kemudian membuat Pesta Babi ramai dibahas dan memancing perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. ***




