POJOKSATU.id, JAKARTA — Anies Baswedan mengaku melakukan tirakat ke berbagai pelosok daerah pada Ramadhan dan Idulfitri lalu. Capres Anies membantah ini safari politik atau blusukan.

Anies Baswedan mengaku tirakat ini untuk mendengar langsung cerita dan keluhan masyarakat di daerah. Salah satu yang disorot yaitu pemerintah pusat mengambil alih proyek perbaikan jalan di daerah.

Pemerintah Pusat diketahui mengambil alih proyek perbaikan jalan di daerah seperti di Lampung, Jambi dan Sumatera Utara.

Hal ini disorot Capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan, saat menghadiri Temu Relawan di lapangan Tenis Indoor Senayan, Minggu (21/5).

"Kalau daerah tidak bisa menyelesaikan, diambil ke pusat dan ujungnya tidak selesai juga itu menyulitkan masa depan orang-orang di daerah," kata Anies dalam acara tersebut.

Baca Juga :

PKS Akan Menangkan Anies Baswedan Minimal 80 Persen di Jawa Barat

Menurutnya, pemerintah pusat perlu memberi kewenangan pemerintah daerah untuk mengurus dan menyelesaikannya.

"Kita punya kecenderungan, kalau di daerah tidak jalan, diambil alih pusat, dilakukan sentralisasi," ungkapnya.

Anies meminta pemerintah pusat untuk memberikan waktu kepada Pemda dalam menangani masalah di wilayahnya.

Baca Juga :

Ketua Musra Tolak Isu Relawan Jokowi Dukung Prabowo, Arus Besar Relawan Jelas Dukung Ganjar

"Berikan kepada kita semua kewenangan untuk menyelesaikan, awasi dan pastikan tereksekusi. Dengan cara seperti itu, rakyat bisa merasakan pemerintah hadir di seluruh Indonesia," kata Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu.

Anies Ngaku Tirakat ke Pelosok


Selama bulan puasa dan Idulfitri kemarin, Capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan banyak melakukan perjalanan ke berbagai daerah atau tirakat.

Namun dia tak suka jika perjalanannya tersebut disebut sebagai safari politik atau blusukan.

"Selama Ramadhan saya tirakat ke berbagai pelosok di banyak tempat. Saya mendengar cerita mereka," kata Anies saat berpidato di hadapan relawannya di Tennis Indoor Senayan, Minggu (21/5).

Anies kemudian menegaskan bahwa tirakat yang dijalaninya karena ingin mendengar langsung cerita dan keluhan masyarakat.

"Saya temui mereka bukan untuk selfie dan di-posting di pagi hari. Bukan, saya bukan lari-lari untuk posting foto," jelas Anies.

Penyataan Anies Baswedan ini seolah menyindir Capres PDIP Ganjar Pranowo yang beberapa waktu lalu Jogging di Gelora Bung Karno (GBK) bersama timnya. (ikror/pojoksatu)