POJOKSATU.ID- Wakil Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi yang akrab disapa Linda menjamin pelayanan publik di lingkungan Pemkab Klaten tidak terganggu menyusul operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Hamenang Wajar Ismoyo.
Diketahui, Hamenang di Boyong ke Jakarta oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk penyidikan lanjutan.
Dalam OTT tersebut, tim penyidik KPK mengamankan total 20 orang di dua lokasi terpisah, yaitu Klaten dan Jakarta.
Mereka yang diamankan antara lain Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah Ahmad Luthfi, ASN Pemkab Klaten, hingga unsur swasta.
Menyikapi kondisi tersebut, Wabup Linda menyatakan bahwa pemerintah daerah menghormati penuh langkah yang diambil oleh lembaga antirasuah.
"Kami masih menghormati dan menghargai proses hukum yang sedang berjalan karena ini juga semuanya masih proses. Jadi saya mohon doanya kepada panjenengan semua, khususnya semoga diberikan yang terbaik untuk masyarakat," ujarnya.
Linda juga memberikan kepastian kepada seluruh warga Klaten bahwa roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat tidak akan melambat ataupun berhenti.
"Dan insya Allah saya bersama jajaran bapak-ibu OPD tetap melaksanakan tugas, tetap melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya sebagaimana mestinya. Roda pemerintahan kabupaten tetap kita maksimalkan sebisa mungkin, pelayanan tetap berjalan seperti biasa," tegasnya.
Saat ditanya mengenai sejumlah pejabat di lingkungan Kantor Pemkab Klaten yang ikut diboyong ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan secara mendalam, Wabup Linda mengaku masih menunggu rilis dan kabar resmi dari penyidik KPK.
"Oh, kami belum mengetahui masalah itu (jumlah kepala OPD yang terjaring) nggih. Mungkin nanti kita sama-sama tunggu update rilisnya dari pihak yang berwenang," tambahnya.
Mengenai kontak terakhir dengan Bupati Hamenang, Linda menyebutkan bahwa pertemuan secara langsung terjadi pada Rabu (14/10/2026) malam dalam acara tasyukuran pelantikan Wabup Klaten yang berlangsung di Pendapa Pemkab Klaten.
"Kami komunikasi terakhir di Rabu malam acara Tasyakuran kami. Nggih, ketemu secara langsung," ujarnya
Saat ini Wabup Linda masih menunggu konfirmasi lanjutan serta status hukum resmi para pihak yang dibawa ke Jakarta dari juru bicara maupun komisioner KPK.
Seperti diketahui, dari total 20 orang yang diamankan, KPK memutuskan untuk membawa sembilan orang langsung ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta dengan menaiki kereta api yang berangkat dari Stasiun Klaten, Kamis (15/10/2026) malam sekira Pukul 23.00 untuk menjalani pemeriksaan mendalam, termasuk Bupati Hamenang.
Selain mengamankan para terperiksa, penyidik turut menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 1,9 miliar.
Perkara hukum ini disinyalir berkaitan dengan dugaan suap pengadaan barang dan jasa, pengurusan perizinan, serta penerimaan lainnya dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Selain itu, KPK menduga adanya alokasi pemberian uang dari Bupati Klaten kepada oknum BPK demi merekayasa hasil audit laporan keuangan daerah. (ren)



